SYM ADXTG 400 hadir sebagai bukti bahwa petualangan tidak selalu harus dimulai dengan motor gede. Dengan mesin 399 cc dan tenaga 35 hp, skuter crossover ini dirancang untuk menyatu dengan gaya hidup yang lebih dinamis, menjanjikan kenyamanan skuter otomatis namun tetap siap diajak menjelajah di luar aspal.
Konsepnya langsung terlihat dari desainnya. ADXTG 400 dibekali SYM dengan fork terbalik 41 mm, suspensi belakang Multilink khas SANYANG, transmisi akhir rantai, serta kontrol traksi dan ABS belakang yang bisa dimatikan. Ada pula pelindung mesin, handguard, dan windshield adjustable—semua elemen yang fungsinya baru terasa saat permukaan jalan tidak lagi mulus.
Skuter yang Dikembangkan sebagai Crossover
SYM memposisikan ADXTG 400 sebagai model yang memang ditujukan untuk segmen crossover. Rangka diamond dan stang aluminium dengan triple clamp dipilih untuk menghasilkan sasis yang kaku dan stabil tanpa mengorbankan kemudahan berkendara khas skuter. Dimensinya kompak untuk sebuah maxi scooter: panjang 2.166 mm, lebar 920 mm, tinggi 1.460 mm, jarak sumbu roda 1.535 mm, dan tinggi jok 790 mm. Bobotnya mencapai 213 kg dalam kondisi siap tempur.

Desain bodinya memang bergaya petualang, tapi bukan cuma gimmick. Bagian depan sudah full LED dan ada berbagai elemen proteksi untuk pengendara serta skuternya sendiri saat melintas di medan yang tidak rata.
Mesin 399 cc Bertenaga 35 hp
Jantung pacunya adalah mesin satu silinder empat langkah, empat katup, 399 cc, berpendingin cairan dengan injeksi elektronik. Tenaganya 35 hp di 7.000 rpm dan torsi puncak 37 Nm di 5.500 rpm. Fitur unggulan SYM, Hyper-VVS, mengatur timing katup secara variabel sesuai putaran mesin, sehingga respons tenaga tetap enak baik di putaran bawah maupun saat digeber.
Mesin ini juga dilengkapi dua balancer shaft untuk meredam getaran—sebuah nilai plus untuk mesin satu silinder sebesar ini, apalagi ADXTG 400 memang dirancang untuk perjalanan jarak jauh. Transmisinya CVT otomatis, jadi tidak perlu urusan kopling atau gigi manual, tapi tetap beda dari skuter lain karena pakai rantai di bagian akhir. Kopling sentrifugalnya terendam oli.
Suspensi Siap untuk Medan Tidak Rata
Bagian sasis adalah yang paling membedakan ADXTG 400 dari skuter biasa. Depan memakai fork terbalik 41 mm dengan double clamp dan travel 140 mm. Belakang menggunakan monosok yang bisa diatur preload-nya, dengan desain multilink yang katanya mampu memberikan stabilitas ekstra saat melibas jalan rusak atau tanah.
Dengan kombinasi fitur dan spesifikasi itu, ADXTG 400 bukan sekadar skuter kota yang sok petualang. Ia menawarkan paket yang serius untuk mereka yang ingin memulai petualangan tanpa harus meninggalkan kepraktisan skuter.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!