SPONSORED

Harga BBM Naik Terus, Kapan Negara Turun Tangan?

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Harga BBM Naik Terus, Kapan Negara Turun Tangan?
TO NEWS OVERVIEW
Foto: Bioetanol E85

Mengisi tangki motor kini seperti kemewahan. Harga bahan bakar melonjak tajam di bulan Agustus, dan para pengendara sepeda motor tidak mendapat bantuan apa pun dalam beberapa bulan ke depan. Akhir musim panas kembali membawa beban berat bagi jutaan orang yang bergantung pada kendaraan setiap hari.

Ketidakstabilan geopolitik dan ketegangan pasar minyak mentah membuat harga BBM bertahan di level yang sulit dibenarkan, terutama saat mobilitas meningkat. Di tengah kenaikan ini, banyak yang bertanya: apa solusi negara? Sayangnya, respons pemerintah masih jauh dari harapan, berbeda dengan negara-negara Uni Eropa lain yang sudah mengambil langkah nyata.

Salah satu alternatif yang menonjol adalah bioetanol E85, campuran hingga 85% alkohol nabati dengan bensin. Bahan bakar ini lebih ramah lingkungan dan hanya bisa dipakai pada mesin Flex Fuel. Perancis sudah memiliki 3.600 stasiun pengisian E85 dengan harga sekitar 0,80 euro per liter berkat insentif pajak. Sementara Indonesia? Masih jauh panggang dari api.

Mesin Mustang Feeney Bermasalah di Tes Pra-Enduro
Baca JugaMesin Mustang Feeney Bermasalah di Tes Pra-Enduro

Meskipun teknologi Flex Fuel sudah terbukti, adopsinya di Eropa timpang. Di Spanyol, baru ada sekitar 30 pompa E85 dengan harga 1,80 euro per liter, sama mahalnya dengan bensin biasa. Akibatnya, investor tidak tertarik. Padahal, pabrikan seperti Suzuki sudah membuktikan keandalan motor Flex Fuel di India, misalnya Gixxer 250, dengan sensor yang menyesuaikan injeksi secara real-time.

ADVERTISEMENT

Pengalaman puluhan tahun di Amerika Selatan menunjukkan bahwa adaptasi mesin untuk Flex Fuel itu murah dan efisien. Honda dan Yamaha sudah menerapkannya luas. Modifikasi pada dudukan katup, saluran bahan bakar, dan ECU tergolong kecil dibandingkan penghematan yang didapat konsumen. Ironisnya, pasar Eropa justru masih menutup diri terhadap opsi ini.

Kebijakan pemerintah yang lambat ini membuat pengendara semakin tertekan. Padahal, jika mau belajar dari negara lain, solusi sebenarnya sudah ada di depan mata. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan politik untuk meringankan beban rakyat.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU