Formula 1, Sportrik Media - McLaren memasuki musim Formula 1 2026 dengan pendekatan pengembangan yang konservatif namun berisiko tinggi, memilih memprioritaskan pemahaman fundamental mobil dibandingkan percepatan paket upgrade, di tengah perubahan regulasi paling radikal dalam beberapa dekade terakhir.
Andrea Stella menegaskan bahwa regulasi teknis 2026 menghadirkan reset kompetitif total, yang secara efektif menghapus seluruh keuntungan performa dari musim juara dunia 2025. Dalam konteks tersebut, McLaren secara sadar melewatkan hari pertama dan kedua tes Barcelona, keputusan yang menurut Stella sejak awal merupakan “plan A” untuk memaksimalkan waktu pengembangan di pabrik dibanding memaksakan komponen yang belum matang ke lintasan.
Pendekatan ini berlanjut ke fase awal musim. Direktur teknis Rob Marshall mengonfirmasi bahwa pembaruan besar antara tes pramusim dan balapan pembuka sangat kecil kemungkinannya, dengan fokus utama tim adalah memahami karakter dasar mobil baru yang menggabungkan power unit, sasis, dan aerodinamika generasi terbaru secara simultan.
Stella menggambarkan tantangan ini sebagai proses “membangun pesawat saat sedang terbang,” mencerminkan kompleksitas teknis dari paket 2026. Kombinasi power unit baru, konsep aerodinamika aktif, serta filosofi sasis yang sepenuhnya berbeda menuntut pendekatan metodologis agar korelasi data lintasan dan simulasi dapat dibangun secara akurat.
Sebagai juara dunia konstruktor bertahan, McLaren memasuki 2026 dengan alokasi waktu terowongan angin hanya 70 persen, yang merupakan jatah terendah di grid. Keterbatasan struktural ini menjadi sangat krusial dalam era reset regulasi, ketika jam pengujian aerodinamika memiliki nilai strategis yang jauh lebih besar dibanding musim regulasi stabil.
Apabila spesifikasi dasar mobil 2026 terbukti memiliki kelemahan fundamental, kemampuan McLaren untuk berputar arah pengembangan akan jauh lebih terbatas dibanding rival yang memiliki alokasi pengujian lebih besar. Risiko ini diperbesar oleh pendekatan mereka yang menahan upgrade agresif di fase awal.
Strategi McLaren kontras dengan pendekatan Ferrari, yang dijadwalkan membawa paket komponen baru secara signifikan pada tes resmi Bahrain. Perbedaan filosofi ini berpotensi menjadi faktor penentu apakah McLaren mampu mempertahankan status sebagai tim acuan, atau justru kehilangan momentum di fase krusial awal era regulasi baru.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!