Formula 1, Sportrik Media - Cadillac F1 memberikan tanggapan resmi atas gugatan hukum yang diajukan oleh sutradara Hollywood Michael Bay, terkait iklan peluncuran livery tim senilai USD 10 juta atau sekitar Rp160 miliar yang ditayangkan pada ajang Super Bowl.
Gugatan tersebut ditujukan kepada CEO Cadillac F1 Dan Towriss, menyusul penayangan iklan berdurasi 30 detik yang disaksikan ratusan juta pemirsa global saat pertandingan Super Bowl antara Seattle Seahawks dan New England Patriots. Bay mengklaim dirinya direkrut untuk menyutradarai iklan tersebut, sebelum akhirnya dikeluarkan dari proyek di tengah proses produksi.
Menurut dokumen gugatan setebal 19 halaman, Bay menuntut ganti rugi sebesar USD 1,5 juta atau sekitar Rp24 miliar, atas dugaan pelanggaran kontrak dan penipuan. Ia menuduh Cadillac tetap menayangkan iklan tersebut dengan menggunakan ide dan konsep kreatif miliknya meskipun perannya telah dihentikan.
Dalam gugatan itu disebutkan bahwa Cadillac secara spesifik ingin merekrut “sutradara paling Amerika yang bisa mereka temukan”, sebuah deskripsi yang merujuk langsung pada reputasi Bay sebagai pembuat film blockbuster seperti Pearl Harbor dan Armageddon. Gugatan tersebut juga menyatakan bahwa Bay telah bekerja hampir tanpa henti sebelum Towriss secara tiba-tiba memutuskan untuk “mengambil arah berbeda” dan menunjuk pihak lain untuk menyelesaikan proyek.
Lebih jauh, gugatan itu menuduh bahwa Cadillac dan Towriss secara sadar menggunakan hasil kerja Bay tanpa memberikan kompensasi yang layak. Dalam pernyataannya, pihak penggugat menyebut bahwa Cadillac sejak awal berniat mendapatkan “iklan ala Michael Bay dengan harga diskon”, sebuah klaim yang menjadi inti tuduhan penipuan dalam kasus ini.
Menanggapi situasi tersebut, Towriss menyampaikan sikap resmi Cadillac dalam pernyataannya kepada sejumlah media internasional. Ia menegaskan bahwa pihaknya menghormati Michael Bay, namun menyayangkan langkah hukum yang diambil.
“Reaksi kami adalah kami sangat menghormati Michael,” ujar Towriss. “Sangat disayangkan dia memilih jalur tersebut. Semua pekerjaan kreatif telah dikembangkan jauh sebelum kami pernah berbicara dengannya. Kami ingin mendiskusikan perannya sebagai sutradara, bukan mengambil ide kreatif darinya.”
Towriss juga menegaskan bahwa konsep kreatif iklan tersebut dikembangkan bersama mitra produksi Cadillac. Ia menyebut tim kreatif Translation sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengembangan materi iklan yang akhirnya ditayangkan.
“Saya pikir tim Translation yang bekerja bersama kami melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam mengembangkan keseluruhan konsep tersebut,” lanjutnya. Pernyataan ini secara implisit membantah tuduhan bahwa ide Bay digunakan tanpa izin.
Meski menghadapi gugatan hukum bernilai puluhan miliar rupiah, Towriss menegaskan keyakinannya bahwa masalah ini dapat diselesaikan secara baik-baik. Ia juga menekankan bahwa dari sudut pandang Cadillac, peluncuran iklan tersebut tetap dianggap sukses besar.
“Kami yakin ini bisa diselesaikan secara damai. Dari sisi kami, malam itu adalah kesuksesan besar, dan kami sangat bangga dengan hasil kerja yang telah dicapai,” tutup Towriss.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan persimpangan antara dunia Formula 1, industri hiburan Hollywood, dan strategi pemasaran global melalui Super Bowl. Bagi Cadillac F1, sengketa ini muncul di tengah upaya membangun identitas merek dan eksposur global menjelang debut kompetitifnya di Formula 1.
Bagaimana proses hukum ini akan berkembang masih harus ditunggu. Namun, gugatan tersebut berpotensi menjadi ujian awal bagi manajemen Cadillac F1 dalam mengelola risiko reputasi di luar lintasan, seiring ambisi mereka memasuki panggung tertinggi motorsport dunia.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!