Sami Pajari akan memulai musim penuh keduanya di kelas utama Kejuaraan Reli Dunia FIA (WRC) bersama Toyota Gazoo Racing ketika Rally Monte Carlo 2026 resmi dimulai pada Kamis, dengan ekspektasi yang jauh lebih tinggi dibanding musim debutnya.
Musim 2025 menjadi fase pembelajaran penting bagi pereli Finlandia tersebut. Meski awalnya berfokus pada akumulasi pengalaman, performa Pajari menunjukkan peningkatan signifikan menjelang akhir musim. Ia meraih podium pertama dalam karier Rally1-nya di Rally Jepang, sebelum peluang kemenangan di putaran penutup musim di Arab Saudi pupus akibat ban kempes. Rangkaian hasil tersebut membentuk fondasi kepercayaan diri baru menjelang kampanye 2026.

Memasuki musim ini, Pajari menegaskan bahwa targetnya adalah melanjutkan momentum, bukan memulai ulang dari nol. Ia menilai jarak waktu yang relatif singkat sejak putaran terakhir musim lalu membuat proses adaptasi lebih cepat, terutama dalam memahami batas mobil dan dinamika persaingan Rally1. Pendekatan ini menjadi krusial mengingat setiap hasil awal akan langsung memengaruhi posisi di klasemen WRC 2026, yang berkembang sejak seri pembuka dan dapat diikuti sepanjang musim melalui https://sportrik.com/wrc/klasemen.
“Tentu saja kami berusaha meningkatkan performa dan melanjutkan dari titik di mana kami berhenti. Ini memang musim baru, tetapi belum lama sejak kami balapan terakhir di Arab Saudi,” ujar Pajari.
“Menjelang akhir musim lalu, hasilnya membaik secara signifikan dan saya bahkan meraih satu podium.”
Keberhasilan tersebut memberikan Pajari keyakinan lebih besar dalam menetapkan standar pribadi. Ia menekankan pentingnya fokus pada proses sendiri, bukan perbandingan eksternal, dengan keberanian mengambil risiko yang terukur sebagai elemen kunci dalam mengejar hasil maksimal di level tertinggi.
“Pada akhirnya, ini sangat bergantung pada diri Anda sendiri—seberapa besar Anda percaya pada apa yang Anda lakukan dan seberapa berani Anda mengambil risiko yang tepat di tempat tertentu,” jelasnya.
“Namun Anda juga harus punya pengalaman, agar tidak mengambil risiko yang tidak perlu. Anda harus cukup berani, tetapi tetap rasional.”
Tantangan langsung hadir di Rally Monte Carlo, yang kembali diprediksi menjadi salah satu event tersulit dalam kalender. Salju telah dilaporkan menutupi beberapa bagian etape khusus Kamis malam, sementara shakedown pada Rabu berlangsung di atas aspal kering. Kontras kondisi ini menegaskan kompleksitas reli pembuka musim, sebagaimana tercermin dalam karakter Monte Carlo pada kalender WRC 2026 yang tersedia di https://sportrik.com/wrc/calendar.
“Meskipun ramalan cuaca menunjukkan akan turun cukup banyak salju, saya merasa cukup yakin. Shakedown relatif mudah karena kondisinya kering,” kata Pajari.
“Saya sudah beberapa kali menjalani Monte Carlo, dan ini adalah kali kedua saya dengan mobil yang sama. Secara keseluruhan, perasaan saya jauh lebih baik dan lebih percaya diri.”
Meski demikian, Pajari tidak meremehkan tingkat kesulitan reli legendaris tersebut. Variasi permukaan, perubahan grip ekstrem, dan tekanan sejak etape pembuka menjadikan Monte Carlo sebagai ujian mental dan teknis yang menuntut konsentrasi penuh sepanjang akhir pekan.
“Ini pasti akan menjadi reli yang sangat menantang. Saya bahkan berani mengatakan ini hampir menjadi reli paling menantang sepanjang musim,” tegasnya.
Tiga etape khusus pertama Rally Monte Carlo 2026 akan digelar pada Kamis malam, sebelum reli berlanjut hingga Minggu. Bagi Pajari, akhir pekan ini bukan sekadar pembuka musim, melainkan tolok ukur awal untuk mengukur sejauh mana peningkatan performa yang ia targetkan dapat diwujudkan dalam persaingan WRC yang semakin kompetitif.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!