Sami Pajari harus mengakhiri akhir pekan kuatnya di Reli Portugal 2026 dengan kekecewaan besar setelah ban pecah pada etape penultimate hari Minggu menghancurkan peluang podium pembalap Toyota Gazoo Racing tersebut.
Pembalap Finlandia itu sebelumnya tampil konsisten sepanjang reli dan berada dalam perebutan posisi kedua hingga hari terakhir. Namun puncture pada salah satu sektor berbatu memaksanya berhenti untuk mengganti ban, kehilangan hampir tiga menit, dan terlempar hingga posisi ketujuh klasemen akhir.

“Tentu saja ini membuat frustrasi, tetapi masih ada banyak hal positif yang bisa diambil dari reli ini secara keseluruhan,” ujar Pajari.

Menurut Pajari, kerusakan ban tersebut praktis tidak dapat dihindari karena kondisi lintasan Portugal yang sangat kasar dan dipenuhi jalur batu tajam akibat rutting berat pada loop terakhir reli.
“Sejujurnya saya rasa tidak banyak yang bisa saya lakukan untuk menghindari puncture itu. Situasinya seperti lotre ketika Anda melewati jalur berbatu seperti itu. Satu ban pecah di satu tempat, ban lain pecah di tempat berbeda. Kali ini kami yang terkena,” jelasnya.
Pajari mengaku langsung mengetahui titik benturan yang menyebabkan kerusakan ban. Menariknya, rekan setimnya sekaligus pemimpin reli saat itu, Sebastien Ogier, juga mengalami puncture di lokasi yang sama beberapa saat sebelumnya.
“Bagi saya cukup jelas di mana itu terjadi, dan Seb juga mengalami puncture di tempat yang sama. Saya rasa ada batu besar di sana yang semakin terbuka seiring mobil-mobil lewat. Ketika kami melintas, batu itu sudah cukup keluar untuk menyebabkan kerusakan,” kata Pajari.

Sebelum insiden tersebut, Pajari menunjukkan salah satu performa terbaiknya musim ini di reli gravel. Pada kondisi lintasan yang setara selama Kamis dan Jumat, pembalap muda Toyota itu beberapa kali mampu mencatatkan waktu setara pembalap tercepat.
Setelah dua hari penuh reli, Pajari berada di posisi ketiga klasemen umum dan tetap bertahan dalam perebutan podium meski kondisi cuaca berubah drastis sepanjang Sabtu. Ia bahkan memasuki hari terakhir dengan selisih hanya beberapa detik dari posisi kedua.
Reli Portugal juga menjadi kesempatan besar bagi Pajari untuk memperpanjang tren empat podium WRC beruntun yang sebelumnya berhasil ia raih. Namun rangkaian positif tersebut akhirnya terhenti akibat drama ban pecah pada hari terakhir.
“Empat podium beruntun sebelumnya sudah cukup bagus. Tentu terlihat bahwa podium kelima juga sangat mungkin didapatkan, jadi tentu mengecewakan kehilangan itu dengan cara seperti ini,” lanjutnya.
Meski kehilangan hasil besar, Pajari memilih fokus pada perkembangan performanya dibanding terlalu larut dalam kekecewaan. Ia menilai kemampuan menjaga pace dari posisi start yang sulit menjadi salah satu pencapaian terpenting sepanjang akhir pekan di Portugal.
“Dalam satu sisi, mampu mengemudi sebaik itu dari posisi start yang sulit dan tetap mencatat waktu kompetitif di kondisi sangat sulit adalah sesuatu yang harus saya puas dengan. Kondisi seperti ini mungkin sebelumnya bukan area terkuat saya, jadi setidaknya sekarang ada tanda-tanda perkembangan yang jelas,” pungkas Pajari.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!