SPONSORED

Rekan Max Verstappen Pahami Frustrasi Besar terhadap Mobil F1 2026

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Rekan Max Verstappen Pahami Frustrasi Besar terhadap Mobil F1 2026 TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Dani Juncadella mengaku memahami frustrasi besar Max Verstappen terhadap karakter mobil Formula 1 generasi terbaru musim 2026. Rekan setim Verstappen pada Nürburgring 24 Jam tersebut menilai regulasi baru Formula 1 membuat para pembalap kehilangan kendali penuh terhadap performa mobil.

Verstappen memang menjadi salah satu pembalap paling vokal mengkritik arah teknis Formula 1 sejak awal musim ini. Juara dunia empat kali itu beberapa kali mengeluhkan sistem deployment energi, karakter power unit hybrid baru, hingga gaya mengemudi yang dinilai tidak lagi alami bagi pembalap.

Akhir pekan ini Verstappen akan menjalani Nürburgring 24 Jam bersama Juncadella, Jules Gounon, dan Lucas Auer menggunakan mobil Mercedes-AMG GT3. Event tersebut sekaligus menjadi penampilan ketiga Verstappen di Nordschleife sepanjang tahun ini.

Kemenangan Bersejarah Williams Berakhir dengan Kebakaran Besar
Baca JugaKemenangan Bersejarah Williams Berakhir dengan Kebakaran Besar

Menurut Juncadella, salah satu alasan utama Verstappen kesulitan menikmati mobil Formula 1 terbaru adalah karena pembalap Red Bull Racing tersebut selalu ingin memahami dan mengontrol penuh bagaimana performa mobil bekerja di lintasan.

ADVERTISEMENT

“Saya bisa memahami dirinya. Max suka berada dalam kendali penuh karena itu bagian dari kepribadiannya. Dia ingin memahami mengapa sesuatu terjadi dan bagaimana dia bisa memengaruhi performanya,” ujar Juncadella kepada Motorsport-Total.

Juncadella menilai karakter regulasi baru Formula 1 justru membuat pembalap merasa tidak memiliki cukup alat untuk benar-benar memengaruhi performa mobil. Kondisi itulah yang menurutnya menjadi sumber utama frustrasi Verstappen sepanjang awal musim 2026.

“Rasanya seperti dia tidak memiliki alat untuk memengaruhi performanya sendiri. Dan saya pikir itulah yang membuatnya frustrasi. Tetapi sebenarnya banyak pembalap lain juga mulai merasakan hal yang sama dan tidak menikmati regulasi saat ini,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Juncadella juga percaya alasan Verstappen sangat menikmati balapan GT3 adalah karena kategori tersebut masih menawarkan sensasi balap yang lebih “murni” dibanding Formula 1 modern. Menurutnya, respons mobil GT3 jauh lebih natural dan langsung terasa bagi pembalap.

“Saya pikir itulah mengapa Max sangat menikmati GT3 karena terasa murni. Di sini ketika Anda menekan throttle, mobil langsung melesat tanpa kejutan aneh. Rasanya seperti kembali ke era karting, balapan wheel-to-wheel yang murni, sedikit kontak, dan itulah yang dia sukai,” jelas Juncadella.

Komentar tersebut kembali memperlihatkan meningkatnya kritik terhadap arah teknis Formula 1 generasi terbaru, khususnya terkait kompleksitas sistem hybrid dan pengelolaan energi. Di tengah situasi tersebut, keterlibatan Verstappen dalam berbagai balapan GT dan endurance kini juga mulai dilihat sebagai bentuk pelarian dari karakter Formula 1 modern yang semakin kompleks.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU