Fabio Quartararo menegaskan perkembangan proyek V4 Yamaha di MotoGP tidak seharusnya dinilai hanya dari posisi finis, tetapi dari seberapa dekat mereka dengan para pemenang balapan. Pembalap Prancis tersebut kini berharap momentum positif Le Mans bisa berlanjut pada MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini.
Quartararo tampil impresif di depan publik sendiri pada MotoGP Prancis setelah kembali menggunakan front wing spesifikasi musim lalu. Ia berhasil lolos kualifikasi di posisi keenam sebelum finis kelima pada Sprint Race dan keenam dalam grand prix utama.
Hasil tersebut menjadi akhir pekan terbaik Yamaha V4 sejauh ini di MotoGP dan sekaligus menghancurkan rekor hasil grand prix terbaik sebelumnya yang hanya finis ke-14.

Menurut Quartararo, peningkatan terbesar bukan berasal dari komponen baru, melainkan dari feeling motor yang jauh lebih baik ketika berada di batas maksimum performa.
“Di Jerez saya sangat jauh dari lap terbaik saya pada 2025. Di Le Mans saya hanya tertinggal empat persepuluh detik. Memang masih empat persepuluh, tetapi kami senang karena saya sekarang bisa lebih merasakan limit motor,” ujar Quartararo.
Juara dunia MotoGP 2021 itu menjelaskan Yamaha sepanjang musim ini lebih banyak bekerja pada area elektronik agar dirinya memiliki kontrol lebih besar terhadap karakter motor dibanding sebelumnya.
Meski demikian, Quartararo mengakui Yamaha masih memiliki sejumlah kelemahan besar, terutama pada akselerasi dan grip ketika keluar tikungan dibanding rival utama seperti Ducati dan Aprilia.
“Kami masih harus menemukan tambahan tenaga, terutama dari gigi tiga sampai enam, lalu juga lebih banyak grip. Masih ada banyak hal yang harus ditingkatkan,” jelasnya.
Quartararo juga menilai selisih waktu balapan kini jauh lebih penting dibanding sekadar melihat posisi akhir di klasemen hasil.
“Bagi saya posisi hanyalah angka. Di Jerez setelah 26 lap kami tertinggal 29 detik dari Alex Marquez. Di Le Mans kami hanya tertinggal tujuh detik dari Jorge Martin. Itu yang lebih saya lihat,” katanya.
Performa di Le Mans membuat Quartararo kini semakin optimistis menghadapi Catalunya, salah satu sirkuit favoritnya sepanjang karier grand prix. Ia sebelumnya pernah meraih kemenangan MotoGP di Barcelona pada 2020 dan 2022.
Pembalap asal Prancis itu juga berharap set-up yang ditemukan Yamaha saat tes Jerez dapat kembali bekerja efektif di karakter lintasan Catalunya yang lebih menuntut stabilitas front-end serta manajemen ban.
“Saya sangat senang dengan feeling motor pada Sabtu dan Minggu di Le Mans. Montmelo adalah sirkuit yang saya sukai dan akhir pekan ini akan menjadi tes bagus untuk memahami apakah set-up dari tes Jerez juga bekerja baik di sini,” ujar Quartararo.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!