Pierre Gasly mengaku terkejut melihat performa Red Bull Racing mengalami penurunan signifikan pada awal musim Formula 1 2026. Mantan pembalap Red Bull tersebut sebelumnya yakin tim asal Milton Keynes itu akan menjadi salah satu penantang utama kemenangan setelah menunjukkan performa menjanjikan selama fase awal musim.
Sebelum musim dimulai, Red Bull diperkirakan tetap berada di barisan depan meski untuk pertama kalinya menggunakan power unit buatan sendiri melalui proyek Red Bull Powertrains bersama Ford. Namun, setelah empat seri berjalan, Red Bull justru belum mampu meraih satu podium pun.
Gasly menilai performa Red Bull pada GP Australia sempat memperlihatkan potensi besar untuk bersaing di papan atas. Namun setelah itu, performa tim terus mengalami penurunan yang menurutnya cukup sulit dijelaskan.

“Setelah Bahrain saya yakin mereka akan menjadi bagian dari pertarungan empat besar. Di Australia mereka terlihat sangat kuat dan memulai musim dengan baik. Tetapi setelah itu semuanya menjadi jauh lebih sulit dan cukup mengejutkan,” ujar Gasly.
Salah satu faktor yang diyakini memengaruhi performa Red Bull adalah adaptasi terhadap regulasi teknis baru Formula 1 2026, khususnya pada area power unit dan manajemen energi. Sejumlah pembalap, termasuk Max Verstappen, sebelumnya juga mengkritik karakter regulasi baru yang dianggap terlalu bergantung pada deployment tenaga listrik.
Upgrade yang dibawa Red Bull pada GP Miami sempat menunjukkan tanda perbaikan. Verstappen berhasil finis kelima, menjadi hasil terbaik Red Bull musim ini. Namun, performa keseluruhan tim masih belum cukup konsisten untuk kembali bersaing di perebutan podium.
Di sisi lain, rekan setim Verstappen, Isack Hadjar, masih mengalami kesulitan besar sepanjang awal musim. Pembalap muda tersebut mengalami crash lebih awal di Miami dan baru sekali finis di posisi 10 besar dari empat grand prix pertama musim ini.
Meski demikian, Hadjar tetap optimistis Red Bull mulai menemukan arah pengembangan yang tepat. Ia menilai mobil kini memiliki performa lebih baik dibanding awal musim, terutama dalam sesi kualifikasi yang sebelumnya menjadi salah satu kelemahan utama tim.
“Tim dan saya sama-sama melakukan kesalahan akhir pekan ini. Tetapi sekarang kami mulai melihat peningkatan performa mobil. Tidak lagi terasa sangat sulit untuk masuk Q3 seperti pada beberapa seri pertama. Kami harus fokus pada hal positif dan mencoba kembali lebih kuat di Kanada,” kata Hadjar.
Dengan Formula 1 memasuki fase penting pengembangan regulasi baru, Red Bull kini menghadapi tekanan besar untuk segera memperbaiki performa jika tidak ingin semakin tertinggal dalam perebutan gelar dunia musim 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!