Advertisement Sportrik
15s

Red Bull Hadapi Keputusan Sulit dalam Pergantian Pembalap F1 2025

Notifikasi
Red Bull Hadapi Keputusan Sulit dalam Pergantian Pembalap F1 2025
© XPBimages

Tim Red Bull Racing kembali menjadi sorotan setelah keputusan kontroversial dalam perdebatan pergantian pembalap di musim Formula 1 2025. Isu ini mencuat setelah insiden di balapan sebelumnya yang melibatkan Max Verstappen dan George Russell, serta keputusan tim untuk mengganti Liam Lawson dengan Yuki Tsunoda. SPORTRIK menganalisis dinamika di balik keputusan ini, yang telah memicu reaksi beragam dari penggemar dan pelaku balap.


Pada Grand Prix Inggris, insiden di bawah safety car menjadi pemicu diskusi panas. George Russell, pembalap Mercedes, melakukan pengereman mendadak yang menyebabkan Max Verstappen sempat menyalipnya. Verstappen mengeluh melalui radio kepada race engineer-nya, Gianpiero Lambiase, bahwa tindakan Russell “agresif”. Sementara itu, Russell juga melaporkan bahwa Verstappen menyalip di bawah kondisi safety car, yang berpotensi melanggar aturan.

Ancaman Hujan GP Jepang 2026 Berkurang untuk Pembalap
Baca JugaAncaman Hujan GP Jepang 2026 Berkurang untuk Pembalap

Lambiase menyebut tindakan Russell sebagai “permainan licik” yang tampak disengaja untuk memancing penalti bagi Verstappen. Meski demikian, setelah tinjauan, tidak ada penalti yang diberikan kepada kedua pembalap. FIA menyatakan bahwa pengereman Russell bertujuan menjaga jarak dengan safety car dan mempertahankan suhu ban serta rem, praktik yang umum dilakukan.

ADVERTISEMENT


Oleh karena itu, insiden ini tidak hanya menyoroti ketegangan antara Verstappen dan Russell, tetapi juga memperlihatkan sensitivitas tim terhadap strategi balap. Penggemar di media sosial ramai memperdebatkan apakah tindakan Russell memang disengaja atau bagian dari dinamika balap.


ADVERTISEMENT

Di sisi lain, keputusan Red Bull Racing untuk mengganti Liam Lawson dengan Yuki Tsunoda setelah hanya dua balapan di musim 2025 menjadi topik utama. Lawson, yang menggantikan Sergio Perez, gagal mencetak poin di Australia dan Tiongkok, dengan kualifikasi buruk dan kecelakaan di Melbourne. Akibatnya, Red Bull memilih Tsunoda, yang dianggap lebih berpengalaman, untuk mendampingi Verstappen mulai dari Grand Prix Jepang. Keputusan ini, yang diambil setelah rapat darurat dengan pemilik mayoritas tim, Chalerm Yoovidhya, menuai kritik karena dianggap terlalu cepat.


Max Verstappen dilaporkan tidak setuju dengan keputusan ini. Menurut Helmut Marko, penasihat motorsport Red Bull, Verstappen merasa Lawson seharusnya diberi lebih banyak waktu untuk beradaptasi dengan mobil RB21 yang sulit dikendalikan. Meski demikian, Marko menegaskan bahwa pengalaman Tsunoda diperlukan untuk mendukung ambisi tim di kejuaraan konstruktor dan membantu Verstappen meraih gelar juara dunia kelima. Reaksi penggemar di media sosial menunjukkan kekecewaan terhadap perlakuan terhadap Lawson, dengan beberapa menyebutnya sebagai “keputusan panik” dari Red Bull.

ADVERTISEMENT


Musim 2025 terbukti sulit bagi Red Bull. Selain performa Lawson yang mengecewakan, Tsunoda juga hanya mencetak tujuh poin dalam sembilan balapan sejak promosinya. Sementara itu, tim rival seperti McLaren tampil dominan, meninggalkan Red Bull di posisi keempat klasemen konstruktor. Komentator F1, Juan Pablo Montoya, mengkritik manajemen Red Bull, menyebutkan bahwa tim “gagal memaksimalkan potensi pembalap kedua”. Lewis Hamilton dan Oscar Piastri juga menyuarakan dukungan untuk Lawson, menilai bahwa dua balapan tidak cukup untuk menilai kemampuannya.


ADVERTISEMENT

Meski demikian, Red Bull tetap mempertahankan Tsunoda untuk saat ini, dengan Christian Horner menegaskan pentingnya memberikan waktu bagi Tsunoda untuk menemukan kepercayaan diri dengan mobil. Namun, spekulasi tentang kemungkinan pergantian pembalap lain, seperti promosi Isack Hadjar, terus mencuat di paddock.


Keputusan Red Bull dalam perdebatan pergantian pembalap dan insiden di lintasan menunjukkan kompleksitas strategi dalam Formula 1. Sementara itu, tim harus segera menemukan solusi untuk memperbaiki performa di musim yang kompetitif ini. Untuk pembaruan terkini seputar Formula 1, kunjungi SPORTRIK dan ikuti analisis mendalam kami.

ADVERTISEMENT
Klasemen FORMULA-1 DRIVERS CHAMPIONSHIP
POS FOTO RIDER / TEAM PTS
1
George Russell
George Russell Mercedes
51
2
Andrea Kimi Antonelli
Andrea Kimi Antonelli Mercedes
47
3
Charles Leclerc
Charles Leclerc Ferrari
34
4
Lewis Hamilton
Lewis Hamilton Ferrari
33
5
Oliver Bearman
Oliver Bearman Haas F1 Team
17
6
Lando Norris
Lando Norris McLaren
15
7
Pierre Gasly
Pierre Gasly Alpine F1 Team
9
8
Liam Lawson
Liam Lawson Racing Bulls
8
9
Max Verstappen
Max Verstappen Red Bull
8
10
Arvid Lindblad
Arvid Lindblad Racing Bulls
4
Klasemen FORMULA-1 CONSTRUCTORS CHAMPIONSHIP
POS FOTO CONSTRUCTOR PTS
1
Mercedes
Mercedes
98
2
Ferrari
Ferrari
67
3
McLaren
McLaren
18
4
Haas F1 Team
Haas F1 Team
17
5
Racing Bulls
Racing Bulls
12
6
Red Bull
Red Bull
12
7
Alpine F1 Team
Alpine F1 Team
10
8
Audi
Audi
2
9
Williams
Williams
2
10
Aston Martin
Aston Martin
0

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU