Formula 1, Sportrik Media – Steve Nielsen menantang rival-rival Mercedes untuk mengajukan protes resmi terkait kontroversi rasio kompresi power unit, menegaskan bahwa regulasi Formula 1 2026 telah ditulis secara jelas dan tegas.
Mulai musim 2026, Alpine F1 Team menjadi pelanggan Mercedes High Performance Powertrains setelah melepas status pabrikan. Perubahan besar regulasi mesin dan sasis memicu dinamika baru, termasuk ketentuan rasio kompresi 16:1 yang kini wajib diterapkan, menggantikan angka 18:1 sebelumnya.
Isu muncul karena Mercedes HPP disebut menemukan solusi teknis dengan memanfaatkan material yang memuai saat panas, sehingga saat mesin beroperasi rasio kompresi dapat meningkat mendekati 18:1. Namun, regulasi menyatakan pengukuran dilakukan pada suhu lingkungan, sehingga unit tersebut tetap lolos pemeriksaan teknis.
“Aturannya sangat jelas menyebutkan bahwa pengukuran dilakukan pada suhu lingkungan,” ujar Nielsen kepada media termasuk RacingNews365 pada tes pramusim di Bahrain.
Sejumlah pabrikan lain seperti Red Bull Racing, Scuderia Ferrari, Audi, dan Honda dilaporkan mendorong perubahan regulasi agar pengukuran dilakukan pada suhu operasional mesin. Namun Nielsen menilai pendekatan tersebut berisiko menciptakan preseden berbahaya.
“Regulasinya sangat jelas tentang kapan rasio kompresi diukur. Beberapa pihak mencoba memasukkan parameter lain dengan alasan mereka sendiri,” tegasnya.
“Kami sepenuhnya percaya pada Mercedes. Mereka membangun power unit sesuai regulasi yang jelas, dan kami mempercayai badan pengatur untuk mengambil keputusan yang tepat.”
Menjelang pertemuan Komisi F1 di Bahrain, Nielsen menyatakan bahwa jika rival benar-benar yakin terjadi pelanggaran, maka mereka seharusnya menggunakan jalur formal.
“Jika mereka merasa sangat yakin, maka ajukan protes di Melbourne dan pertaruhkan sesuatu. Letakkan taruhannya,” ujarnya.
Ia juga memperingatkan bahwa perubahan aturan mendadak akibat tekanan politik dapat merusak stabilitas regulasi dan investasi jangka panjang yang telah dilakukan tim.
“Jika aturan yang sangat jelas bisa diubah hanya karena sekelompok tim tidak menyukainya, maka apa lagi yang aman? Tim menginvestasikan banyak waktu dan uang berdasarkan regulasi yang ditulis dengan jelas. Jika itu bisa ditantang tanpa alasan keselamatan, maka kita memasuki dunia yang berbeda.”
Dengan musim 2026 yang menjadi era baru regulasi teknis, polemik ini berpotensi memengaruhi dinamika awal kejuaraan. Keputusan akhir kini berada di tangan FIA dan FOM, yang harus menentukan apakah stabilitas regulasi akan dipertahankan atau revisi akan dilakukan menjelang balapan pembuka di Melbourne.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!