Hasil penilaian ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities) periode pertama dan kedua menempatkan Red Bull Ford sebagai satu-satunya pabrikan yang tidak mendapat kesempatan pengembangan. Ini menjadi kejutan, mengingat Red Bull sempat mengeluhkan defisit performa di sirkuit-sirkuit yang sensitif terhadap tenaga mesin.
Di balik layar, Red Bull Racing dilaporkan sangat tidak puas dengan hasil tersebut. Oliver Mintzlaff, tokoh kunci Red Bull, bahkan turun tangan, namun upaya mereka untuk menantang hasil tidak membuahkan hasil. FIA menegaskan pengukuran yang mereka lakukan sudah akurat, meskipun prinsipal Red Bull, Laurent Mekies, menyatakan tidak ada satu pun data yang menunjukkan mesin Red Bull terbaik.
Red Bull menyoroti defisit performa di trek yang membutuhkan tenaga besar, seperti Monza, yang menurut mereka lebih besar daripada di trek seperti Monaco yang tidak terlalu bergantung pada mesin. Namun, FIA menilai faktor manajemen energi di trek yang minim energi juga berpengaruh, dan hal itu tidak masuk dalam pengukuran ADUO karena hanya mengukur output tenaga mesin pembakaran internal.

FIA tidak dapat mempublikasikan detail metodologi pengukuran karena menyangkut kekayaan intelektual. Dalam pernyataannya, FIA menyebut bahwa informasi tersebut bersifat rahasia, sehingga tidak ada rincian lebih lanjut mengenai indeks performa mesin yang akan disampaikan.
Berdasarkan hasil tersebut, Mercedes masuk dalam kategori defisit 2-4% yang berhak mendapat satu kesempatan upgrade pada 2026 dan satu lagi di 2027. Sementara Ferrari, Audi, dan Honda masuk kategori defisit di atas 4%, sehingga mendapat dua homologasi baru dan dua upgrade di musim ini dan tahun depan. Selain itu, semua pabrikan yang tertinggal juga mendapatkan kelonggaran finansial tambahan di bawah budget cap untuk pabrikan mesin.
Sistem ADUO Dipertanyakan
Meskipun ADUO dirancang untuk membantu pabrikan yang tertinggal, seperti Honda, sistem ini justru menjadi medan pertarungan politik di F1. Kritik muncul karena sistem ini tidak memperhitungkan faktor-faktor penting seperti manajemen energi, yang bisa membuat peringkat tidak mencerminkan performa sebenarnya di lintasan. Red Bull berargumen bahwa mereka seharusnya mendapat kesempatan pengembangan, tetapi FIA tetap pada pendiriannya.
Kontroversi ini membuka pertanyaan besar: apakah sistem ADUO sudah adil dan akurat? Ataukah perlu perombakan di masa depan? Yang jelas, Red Bull kini harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan keunggulan mesin mereka tanpa bantuan pengembangan, sementara para pesaing akan mendapatkan kesempatan untuk mengejar ketertinggalan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!