Musim 2026 menjadi ujian pertama bagi Red Bull sebagai pabrikan mesin penuh, dan hasilnya sejauh ini jauh dari kata mulus. Max Verstappen dan Isack Hadjar sama-sama kehilangan poin besar akibat kegagalan komponen, membuat tim Milton Keynes terus menjadi sorotan. Kini, mantan race engineer Ferrari, Rob Smedley, memberikan penilaian yang sangat tajam: Red Bull layak mendapat nilai hanya 5 dari 10 di pertengahan musim.
Menurut Smedley, masalah yang dihadapi Red Bull bukan sekadar gangguan kecil, melainkan kesalahan fundamental yang terus berulang. "Red Bull seharusnya bisa jauh lebih baik," ujarnya dalam podcast High Performance Racing. "Mereka terlalu banyak mengalami masalah dasar. Seperti yang dikatakan Max, ada masalah berbeda setiap akhir pekan. Itu bukan masalah yang bisa ditahan, tapi selalu sesuatu yang besar."
Verstappen sendiri menjadi korban paling vokal. Pembalap Belanda itu dua kali mengalami kecelakaan atau spin akibat sayap belakang yang tiba-tiba gagal, memaksa Red Bull untuk sementara menghapus versi terbalik dari komponen tersebut. Situasi ini tentu menjadi ironi bagi tim yang baru saja meraih empat gelar konstruktor berturut-turut, namun kini justru berjuang untuk sekadar finis.

Ketika mobil dapat berjalan andal, Max Verstappen mampu bersaing dan meraih podium. Namun, kemenangan perdana musim ini masih menjadi mimpi yang belum terwujud, baik bagi pembalap asal Belanda itu maupun tim asal Austria tersebut. Ketidakmampuan Red Bull untuk tampil konsisten membuat mereka kehilangan banyak poin penting di klasemen.
Penilaian Smedley ini datang di tengah tekanan besar yang dihadapi Red Bull. Sebagai pabrikan mesin untuk pertama kalinya, mereka harus belajar banyak hal, tetapi kesalahan-kesalahan yang tergolong "dasar" justru menjadi bumerang. Dengan dukungan teknis dari Ford, ekspektasi tentu tinggi, namun realitas di lintasan menunjukkan bahwa perjalanan masih panjang.
Bagi para penggemar, musim 2026 Red Bull terasa seperti roller coaster. Ada momen-momen menjanjikan, tetapi juga kehancuran yang menyakitkan. Pertanyaannya sekarang, akankah Red Bull mampu memperbaiki diri di paruh kedua musim? Atau akankah masalah ini terus menghantui dan membuat mereka kembali gagal bersaing memperebutkan gelar?



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!