Max Verstappen menegaskan tidak tertarik mengikuti langkah Lando Norris dalam membangun tim junior single-seater. Juara dunia F1 2025 itu baru saja mengumumkan pendirian timnya sendiri, LN4 Fusion, yang akan berlaga di FIA F3, Formula Regional European Championship, dan Italian F4 mulai 2027.
Norris, yang mengakuisisi aset tim AIX Racing, ingin "memberi kembali" kepada dunia balap. Langkah ini mendapat respons positif dari Verstappen. "Saat ini sulit, biaya terus naik," ujarnya kepada media termasuk Motorsport Week. "Jadi semakin banyak bantuan yang bisa diberikan, semakin baik. Beberapa talenta sejati tidak punya banyak uang, jadi menciptakan inisiatif seperti ini bagus."
Meski mengapresiasi, Verstappen memilih fokus pada timnya sendiri, Verstappen Racing, yang berkompetisi di ajang endurance dan GT. "Tidak, tidak juga, bukan dari pihak saya," katanya saat ditanya apakah ingin meniru Norris. "Saya menikmati sisi endurance dan menggabungkan endurance dengan mobil formula sangatlah sibuk. Saya lebih menikmati berada di sisi lain, bekerja dengan pembalap mapan, tetapi juga anak muda yang menemukan bahwa dunia ini gila."

Verstappen juga menjelaskan bagaimana ia dan tim sim racing-nya, Team Redline, berupaya membawa talenta dari dunia virtual ke lintasan nyata. "Kami dapat mempersiapkan mereka melalui perusahaan sim yang kami miliki. Kami sudah melatih banyak pembalap Formula 2, 3, dan 4," tambahnya. "Saya sangat senang dengan apa yang saya lakukan."
Dengan kalender F1 2027 yang tidak bertabrakan dengan 24 Hours of Le Mans, Verstappen juga mengincar kesempatan untuk turun di Circuit de la Sarthe pada edisi ke-95 balapan endurance ikonik tersebut. Ini menunjukkan minatnya yang kuat pada balap ketahanan, berbeda dengan jalur single-seater yang dipilih Norris.

Keputusan Verstappen untuk tidak mengikuti jejak Norris menegaskan perbedaan filosofi keduanya. Norris ingin membangun fondasi bagi pembalap muda melalui tim junior, sementara Verstappen lebih memilih mengembangkan talenta melalui sim racing dan tim endurance. Keduanya tetap berkontribusi pada pengembangan pembalap muda, namun dengan cara yang berbeda.
Langkah Norris dengan LN4 Fusion juga mendapat sorotan karena biaya balap yang terus meningkat. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu pembalap berbakat yang kesulitan pendanaan. Sementara itu, Verstappen tetap fokus pada proyek-proyeknya yang ada dan potensi balapan di Le Mans. Penggemar pun menantikan bagaimana kedua juara dunia ini melanjutkan dedikasi mereka pada dunia balap di luar kompetisi F1.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!