Racing Bulls dijatuhi denda sebesar €30.000 oleh steward Formula 1 Grand Prix Kanada 2026 setelah dinyatakan melanggar regulasi teknis FIA terkait sistem pelepas kopling pada mobil Liam Lawson. Dari total denda tersebut, €20.000 ditangguhkan selama 12 bulan, sementara €10.000 harus dibayarkan secara langsung oleh tim asal Faenza tersebut.
Kasus ini bermula saat Lawson mengalami masalah teknis pada sesi latihan bebas di Circuit Gilles Villeneuve. Pembalap Selandia Baru itu melaporkan adanya gangguan pada mobil sebelum akhirnya berhenti di lintasan. Insiden tersebut kemudian memicu penyelidikan dari steward terkait dugaan pelanggaran terhadap Pasal C9.3 Regulasi Teknis FIA.
Aturan tersebut mewajibkan setiap mobil Formula 1 memiliki sistem pelepas kopling darurat atau Clutch Disengagement System (CDS) yang dapat berfungsi setidaknya selama 15 menit setelah mobil berhenti dengan mesin mati. Sistem tersebut juga harus tetap bekerja meskipun terjadi kegagalan pada sistem hidrolik, pneumatik, maupun kelistrikan utama mobil. Tujuan regulasi ini adalah memastikan mobil dapat segera dipindahkan dari lintasan tanpa menimbulkan gangguan berkepanjangan terhadap jalannya sesi.

Dalam sidang yang digelar setelah latihan bebas, steward menerima penjelasan dari perwakilan Racing Bulls mengenai cara kerja CDS yang digunakan tim. Berdasarkan temuan investigasi, kerusakan pada sambungan hidrolik menyebabkan kebocoran yang membuat mobil Lawson berhenti di lintasan. Ketika marshal mencoba mengaktifkan CDS sesuai prosedur, sistem tersebut gagal melepaskan kopling sehingga mobil tidak dapat dipindahkan dengan cepat.
Steward menilai kegagalan tersebut sebagai pelanggaran serius karena berdampak langsung terhadap jalannya sesi. Dalam dokumen keputusan resmi, FIA menyebut bahwa insiden tersebut menyebabkan red flag harus dikeluarkan. Jika CDS berfungsi sesuai regulasi, situasi tersebut seharusnya dapat ditangani melalui prosedur Virtual Safety Car tanpa menghentikan sesi sepenuhnya.
"In this case, a ruptured joint caused a hydraulic leak, which caused the car to stop. The CDS, when activated by the marshal, then failed to release the clutch and hence the car could not be moved. This is a serious matter."
FIA juga mengungkap bahwa desain CDS milik Racing Bulls sebenarnya pernah menjadi perhatian sebelumnya. Delegasi teknis FIA menyampaikan bahwa tim telah menerima peringatan pada musim 2025 terkait konsep sistem CDS yang digunakan pada mobil mereka. Fakta tersebut menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan steward dalam menentukan hukuman terhadap tim.
Meski demikian, investigasi juga menemukan adanya faktor lain di lokasi kejadian. Lawson menyampaikan kepada steward bahwa marshal sempat mencoba mendorong mobil saat masih berada dalam kondisi tertentu dan terdapat indikasi bahwa petugas yang bertugas sempat menekan tombol kamera onboard alih-alih tombol CDS. FIA menilai temuan tersebut menunjukkan perlunya peningkatan pelatihan praktis bagi marshal, meskipun prosedur resmi telah dijelaskan secara rinci dalam dokumen FIA Single Seater Recovery Specifications.
Bagi Racing Bulls, sanksi ini menjadi pukulan tambahan setelah Lawson sebelumnya dipastikan absen dari Sprint Qualifying akibat kerusakan yang dialami mobilnya. Selain kehilangan waktu lintasan yang berharga pada akhir pekan sprint, tim kini juga harus menghadapi konsekuensi finansial serta sorotan teknis terhadap desain sistem yang digunakan. Insiden ini diperkirakan akan meningkatkan perhatian FIA terhadap implementasi sistem CDS di seluruh grid Formula 1 pada sisa musim 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!