Lando Norris mencuri perhatian di kualifikasi Grand Prix Spanyol dengan lap pole yang disebut “masterpiece” oleh bos McLaren, Andrea Stella. Pemuda Inggris itu mengalahkan Kimi Antonelli dengan selisih hanya 0,011 detik, mencatatkan waktu 1:31.824 yang tak terpatahkan.
Sepanjang akhir pekan di Madrid, Mercedes dan Ferrari memang tampil sebagai yang tercepat sejak latihan bebas pertama hingga Q2. Max Verstappen sesekali menyela dominasi mereka, tetapi di Q3, Lewis Hamilton sempat merebut pole sementara sebelum Norris tampil gemilang. Meski sempat melebar di tikungan terakhir, ia tetap finis terdepan.
Presisi Luar Biasa di Tengah Keterbatasan
Stella mengungkapkan kekagumannya terhadap lap tersebut. “Itu adalah sebuah masterpiece,” ujarnya kepada Sky Sports. “Kami melihat sepanjang akhir pekan bahwa jika kami menyatukan semuanya, kami tidak jauh dari mobil-mobil terbaik. Lando melakukannya hanya di run terakhir Q3.”

Ia menambahkan bahwa Norris sebenarnya melakukan kesalahan tiga persepuluh detik di tikungan terakhir. “Jadi, dia berada di lap yang luar biasa. Salah satu yang terbaik dalam hidupnya hingga tikungan terakhir,” kata Stella.
Yang membuat pencapaian ini semakin menakjubkan adalah Norris kehilangan seluruh sesi latihan bebas kedua karena masalah gearbox. Ia hanya bisa fokus pada pace kualifikasi di FP3, tanpa mengetahui bagaimana mobil akan berperilaku dalam balapan panjang. Ia pun harus mengandalkan data dari rekan setimnya, Oscar Piastri, yang akan start dari posisi ketujuh.
“Tentu saja, kehilangan FP2 sangat merugikan karena Lando kehilangan hampir seluruh sesi,” jelas Stella. “Jadi, ini membuat pekerjaannya di kualifikasi semakin luar biasa. Kami juga mengalami sedikit masalah pada mobil Oscar, sehingga referensi kami tidak banyak.”
Dampak Besar untuk Balapan
Dengan sulitnya menyalip di sirkuit ini, posisi start menjadi faktor krusial. Beberapa overtake yang terjadi sejauh ini hanya mungkin dilakukan dengan bantuan DRS. Pole position memberi Norris keuntungan besar untuk mengendalikan balapan sejak awal.
Stella bahkan menyebut lap Norris sebagai salah satu yang paling impresif yang pernah ia saksikan selama 450 Grand Prix. “Ini tentang presisi, pengereman, kecepatan di entry, cara menghantam kerb, dan membuka gas. Semuanya dieksekusi dengan tingkat presisi yang unik,” pungkasnya.
Pole ini tidak hanya menjadi bukti kecepatan McLaren, tetapi juga ketangguhan mental Norris dalam menghadapi tekanan. Jika ia bisa mempertahankan performa ini, kemenangan di Madrid bukanlah hal yang mustahil.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!