Pit Beirer: Honda Mendekat karena Anggaran Ganda, KTM Belum Tersalip

Luca Marini © Michelin 2025
Luca Marini © Michelin 2025

Pit Beirer menilai tidak mengherankan jika Honda mampu memperkecil jarak performa di MotoGP, mengingat pabrikan Jepang tersebut memiliki anggaran yang jauh lebih besar. Namun, Direktur Motorsport KTM itu menegaskan bahwa rivalnya tersebut sama sekali belum melampaui KTM, meski menunjukkan kemajuan signifikan sepanjang musim 2025.

Hubungan antara Honda dan KTM dikenal tidak harmonis sejak lama. Ketegangan itu bermula ketika mantan CEO KTM secara terbuka menyebut HRC sebagai “rival yang paling dibenci” menjelang debut MotoGP KTM pada 2017, sebuah konflik yang berakar dari tuduhan Honda bahwa KTM menyiasati aturan batas harga Moto3 pada fase awal kategori tersebut. Meski dalam beberapa tahun terakhir tensi mereda, kedua pabrikan masih kerap saling melempar komentar tajam.

Honda memanfaatkan regulasi konsesi untuk membangun motor yang lebih kompetitif pada musim lalu. Hasilnya, mereka meraih kemenangan di balapan basah Grand Prix Prancis serta mencatat tiga podium di kondisi kering. Performa tersebut membuat Honda finis hanya 87 poin di belakang KTM yang menempati posisi ketiga klasemen konstruktor, sekaligus keluar dari posisi terbawah dalam peringkat konsesi.

Di sisi lain, KTM justru memperpanjang paceklik kemenangan hingga tiga musim penuh. Musim 2025 menjadi periode dua wajah bagi RC16, dengan performa yang naik turun dan tanpa satu pun kemenangan balapan. Meski demikian, Beirer menegaskan bahwa posisi KTM tetap layak dibanggakan, terutama karena dicapai tanpa keuntungan regulasi yang dinikmati Honda.

“Orang-orang terkejut melihat Honda semakin mendekat,” kata Beirer, dikutip dari Speedweek, saat berbicara di Motohall.
“Tentu saja mereka mendekat, karena mereka terus memasukkan fitur-fitur baru dan memiliki anggaran dua kali lipat.”

Beirer menilai kondisi tersebut justru mempertegas kualitas kerja internal KTM.

“Itu membuat saya semakin bangga dengan apa yang dicapai oleh orang-orang kami,” lanjutnya.
“Honda memang memperkecil jarak, tetapi sama sekali belum menyalip kami.”

Dengan mengakhiri musim 2025 dalam posisi yang relatif lebih baik, KTM berharap dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memulai kampanye MotoGP 2026 dengan lebih kompetitif. Namun Beirer juga menyoroti satu faktor regulasi yang menurutnya merugikan KTM dibandingkan para rival yang masih menikmati konsesi.

“Sedikit kekurangannya adalah Honda dan Yamaha memiliki konsesi,” jelas Beirer.
“Mereka dapat terus mengembangkan mesin sepanjang waktu, sementara kami tidak.”

Menurutnya, perbedaan perlakuan regulasi tersebut menciptakan kesenjangan pengembangan yang nyata.

“Kami stagnan, sementara mereka bisa membuka ruang dan mengembangkan mesin setelah setiap balapan,” tegasnya.
“Kami, di sisi lain, harus balapan selama dua tahun dengan mesin yang sama dan tidak boleh dimodifikasi.”

Pernyataan Beirer ini menegaskan bahwa persaingan Honda dan KTM tidak hanya ditentukan di lintasan, tetapi juga di balik layar melalui regulasi, sumber daya, dan strategi jangka panjang. Menjelang MotoGP 2026, dinamika tersebut berpotensi kembali menjadi faktor penentu dalam peta persaingan konstruktor.

Menurut Sportikers, apakah sistem konsesi saat ini benar-benar menciptakan keseimbangan di MotoGP, atau justru membuka celah baru dalam persaingan pabrikan? Sampaikan pendapat kalian di kolom komentar 

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG