Formula 1, Sportrik Media - Jolyon Palmer menilai bahwa Red Bull Racing pada akhirnya akan mampu mengungguli Haas F1 Team dan Alpine F1 Team dalam persaingan klasemen konstruktor Formula 1 musim 2026.
Setelah tiga putaran awal, Red Bull berada di posisi keenam dengan 16 poin, sejajar dengan Alpine dan tertinggal dua poin dari Haas. Hasil ini mencerminkan awal musim yang sulit bagi tim asal Milton Keynes tersebut, terutama dengan paket RB22 yang belum kompetitif secara konsisten.
Pembatalan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi menciptakan jeda panjang yang tidak biasa dalam kalender awal musim, memberikan waktu tambahan bagi tim untuk melakukan pengembangan. Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai tim mana yang paling diuntungkan dari periode tersebut.

Palmer menilai bahwa jeda ini justru dapat menjadi keuntungan bagi Red Bull, mengingat kapasitas sumber daya yang dimiliki tim tersebut untuk menganalisis data dan mempercepat pengembangan mobil.
“Dengan sumber daya yang dimiliki Red Bull, Anda tidak ingin memberi mereka waktu satu bulan untuk menganalisis data dan mengembangkan mobil,” ujar Palmer dalam pernyataan resminya.
Ia mengakui adanya perubahan struktur internal tim dalam beberapa waktu terakhir, namun tetap menilai bahwa kekuatan organisasi Red Bull secara keseluruhan masih menjadi faktor pembeda dalam jangka panjang.
“Mereka masih memiliki sumber daya yang sangat besar, dan pada akhirnya itu akan terlihat dalam performa mereka, terutama dibandingkan dengan Haas dan Alpine,” tambahnya.
Sementara itu, James Hinchcliffe menyoroti bagaimana Haas dan Alpine mampu memanfaatkan kesulitan Red Bull di awal musim, dengan Haas khususnya menunjukkan efisiensi tinggi dalam memaksimalkan peluang yang ada.
Namun, Palmer meragukan apakah kedua tim tersebut mampu mempertahankan keunggulan dalam jangka panjang, terutama dengan rencana pengembangan Alpine yang mencakup paket upgrade besar di Miami.
“Alpine telah merencanakan pembaruan besar di beberapa titik musim, termasuk di Miami. Mereka mungkin bisa bersaing untuk sementara, tetapi ketika Red Bull menemukan performa terbaiknya, mereka memiliki dasar untuk menjadi jauh lebih cepat,” jelasnya.
Dengan dinamika pengembangan yang terus berlangsung, pertarungan di papan tengah klasemen konstruktor diperkirakan akan berubah dalam beberapa seri ke depan. Evaluasi terhadap paket upgrade di Miami akan menjadi indikator penting dalam menentukan arah persaingan menuju fase berikutnya musim 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!