Oliver Solberg mengambil alih pimpinan sementara Reli Portugal 2026 setelah tampil impresif di etape khusus Paredes yang diguyur hujan. Pembalap Swedia itu memanfaatkan kondisi lintasan basah untuk mencatat waktu terbaik dan menekan rival-rival utama dalam perebutan posisi terdepan klasemen reli.
Sébastien Ogier, yang sebelumnya memimpin reli bersama Toyota Gazoo Racing, kehilangan 19,1 detik dari catatan waktu Solberg di etape tersebut. Selisih besar itu membuat Ogier turun ke posisi kedua secara keseluruhan, meski jaraknya dengan Solberg masih sangat tipis, hanya 0,5 detik menjelang rangkaian etape sore.
Ogier mengaku terkejut dengan besarnya waktu yang hilang, terutama karena ia merasa sudah mengemudi mendekati batas grip ban di hampir seluruh sektor lintasan. Kondisi hujan membuat tingkat cengkeraman berubah drastis, sementara karakter lintasan Portugal yang licin semakin memperumit distribusi traksi dan pengereman.

“Jujur saja, saya tidak begitu mengerti apa yang terjadi. Saya merasa cengkeraman ban saya sudah mencapai batas di banyak tempat, jadi saya tidak tahu bagaimana saya bisa mengemudi lebih baik lagi,” ujar Ogier.
Pembalap Prancis itu juga menilai pendekatan konservatif pada pagi hari menjadi faktor utama hilangnya waktu. Dalam kondisi hujan, agresivitas dalam braking point dan komitmen saat masuk tikungan menjadi elemen penting untuk menjaga ritme. Ogier mengakui dirinya terlalu berhati-hati ketika grip mulai menurun.
“Pendekatan saya tidak pernah didasarkan pada pengambilan risiko penuh. Dalam keadaan seperti ini, saya tahu bahwa mengambil risiko dapat membuat perbedaan, tetapi saya benar-benar tidak mengharapkan perbedaan sebesar itu,” lanjut Ogier.
Hujan diperkirakan masih akan memengaruhi etape sore, dan Ogier mengisyaratkan adanya perubahan setup mobil untuk meningkatkan performa di permukaan basah. Adaptasi terhadap distribusi grip, pemilihan ban, dan keseimbangan mobil diperkirakan menjadi fokus utama Toyota sebelum sesi berikutnya dimulai.
“Kami tahu bahwa paket pagi ini bukanlah yang terbaik. Tetapi saya juga harus menerima bahwa saya perlu mengambil beberapa risiko lagi dalam mengemudi. Saya tidak cukup mengambil risiko pagi ini ketika kondisi menjadi sulit,” katanya.
Sementara itu, Thierry Neuville dari Hyundai Motorsport berhasil memangkas jarak ke posisi terdepan dan kini berada di urutan ketiga hanya 2,6 detik dari Solberg. Pembalap Belgia tersebut merasa kondisi hujan justru memberikan keuntungan karena rival-rivalnya mengalami kesulitan menemukan grip optimal.
Neuville juga menyoroti strategi ban sebagai faktor penting dalam kebangkitannya. Ia menjadi salah satu sedikit pembalap yang menggunakan ban baru pada sesi pagi, setelah memperkirakan hujan lebih deras akan turun sejak malam sebelumnya. Meski strategi itu sempat terlihat terlalu agresif pada etape awal, keputusan tersebut akhirnya membantu Hyundai menjaga konsistensi performa di lintasan basah.
“Jika Anda melihat catatan waktunya, kami memulai pagi hari hampir empat detik di belakang pemimpin, dan sekarang selisihnya hanya dua detik. Jadi, kami praktis telah mengurangi selisihnya menjadi setengahnya,” ujar Neuville.
Persaingan reli kini semakin ketat dengan tiga pembalap teratas dipisahkan hanya beberapa detik. Kondisi cuaca yang tidak stabil diperkirakan kembali memainkan peran besar dalam menentukan arah perebutan kemenangan Reli Portugal, terutama ketika faktor grip dan strategi ban menjadi pembeda utama di setiap etape berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!