Marco Bezzecchi mengaku akhirnya merasa lega setelah meraih podium sprint pertamanya musim ini pada MotoGP Prancis 2026 di Le Mans. Pembalap Aprilia itu bahkan menyebut performa buruknya di sprint race sepanjang awal musim sempat menjadi “mimpi buruk” setiap hari.
Pemimpin klasemen sementara MotoGP tersebut sebenarnya tampil sangat kuat pada grand prix utama hari Minggu sepanjang awal musim 2026. Bezzecchi sukses memenangkan tiga balapan utama pertama musim ini dan menambahkan podium kedua di Grand Prix Spanyol.
Namun hasil sprint race justru menjadi kelemahan terbesar Bezzecchi sejauh ini. Pembalap Italia tersebut gagal meraih poin dalam tiga dari empat sprint pertama musim ini, membuat keunggulannya di klasemen kejuaraan tetap tipis meski tampil dominan pada balapan utama.

Di Le Mans, Bezzecchi akhirnya berhasil menembus tiga besar sprint untuk pertama kalinya musim ini. Ia sempat memimpin balapan pada lap awal sebelum melakukan kesalahan di Tikungan 7 pada lap ketiga yang membuat Francesco Bagnaia berhasil melewatinya.
Menurut Bezzecchi, masalah utama sepanjang sprint berasal dari feeling bagian depan motor RS-GP miliknya yang belum sepenuhnya stabil di kondisi Le Mans.
“Sejujurnya saya tidak merasa terlalu nyaman sejak awal. Bagian depan motor menjadi sedikit masalah untuk saya,” ujar Bezzecchi.
“Itulah sebabnya saya membuat kesalahan di Tikungan 7 yang membuat Pecco melewati saya. Saya juga membuat beberapa kesalahan lain ketika berada di belakangnya, jadi mustahil untuk tetap mengikutinya.”
Meski kehilangan peluang bertarung dengan Bagnaia, Bezzecchi tetap berhasil mengamankan posisi podium setelah menjaga jarak dari tekanan Pedro Acosta di belakangnya. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri tren buruk sprint race yang terus membayangi awal musimnya bersama Aprilia.
“Untungnya hasil itu cukup untuk menjauh dari Pedro. Karena itulah saya puas. Akhirnya hasil bagus juga datang pada hari Sabtu. Itu seperti mimpi buruk yang saya pikirkan setiap hari di rumah. Jadi hari ini akhirnya terasa baik,” lanjut Bezzecchi.
Podium Bezzecchi hadir di saat rekan setimnya, Jorge Martin, tampil impresif dengan kemenangan sprint setelah start dari posisi kedelapan. Martin langsung mengambil alih pimpinan balapan di chicane Dunlop pada lap pembuka sebelum membangun keunggulan nyaman hingga finis.
Kemenangan tersebut membuat juara dunia MotoGP 2024 itu kini hanya tertinggal enam poin dari Bezzecchi di klasemen sementara menuju grand prix utama hari Minggu. Situasi tersebut diperkirakan akan semakin meningkatkan tekanan dalam perebutan gelar MotoGP 2026, terutama karena Aprilia kini mulai menunjukkan konsistensi performa di berbagai kondisi lintasan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!