Lando Norris kembali menunjukkan taringnya di sirkuit Zandvoort. Pembalap McLaren itu sukses merebut pole position untuk GP Belanda, mengungguli duo Mercedes di akhir sesi kualifikasi yang menegangkan. Catatan waktu 1 menit 11,163 detik di Q3 menjadi yang tercepat, mengalahkan George Russell yang sebelumnya memenangi sprint race hanya dengan selisih sepersepuluh detik.
Momen krusial terjadi di penghujung Q3. Norris dan Russell termasuk yang lebih dulu menyelesaikan putaran terakhir mereka, mengantisipasi hujan yang diperkirakan turun. Keputusan itu terbukti tepat. Sementara itu, Lewis Hamilton dan Charles Leclerc memilih meluncur lebih telat, dan mereka harus puas menempati posisi kelima dan keenam. Hamilton sempat melompati Leclerc di akhir sesi, menambah dramatisasi persaingan di barisan tengah.
Di belakang Norris, ada nama Kimi Antonelli yang tampil impresif. Pebalap muda Mercedes itu hanya terpaut 0,031 detik dari Russell untuk mengunci posisi ketiga. Oscar Piastri, rekan setim Norris, harus mengakui kecepatan Antonelli dan berada di posisi keempat dengan selisih satu setengah persepuluh detik dari Norris.

Max Verstappen, yang tampil di depan publik sendiri, hanya mampu menempatkan Red Bull-nya di posisi ketujuh. Rekan setimnya, Liam Lawson, melakukan pekerjaan solid dengan mengamankan posisi kedelapan, hanya terpaut sepersepuluh detik dari Verstappen. Sementara itu, Gabriel Bortoleto dari Audi memimpin persaingan tim menengah di posisi kesembilan, disusul Arvid Lindblad dari Racing Bulls yang melengkapi posisi sepuluh besar.
Kegagalan dialami Pierre Gasly. Setelah tampil sebagai yang terbaik di antara tim menengah pada sprint qualifying dan sprint race, pebalap Alpine dengan paket upgrade itu justru kesulitan di kualifikasi dan tersingkir di Q2. Ia harus puas memulai balapan dari posisi ke-11. Yuki Tsunoda, rekan setim Lindblad, berada di posisi ke-12, diikuti Nico Hulkenberg (Audi) dan Franco Colapinto yang menggunakan Alpine spesifikasi lama.
Persaingan internal tim juga menarik. Alex Albon kembali mengalahkan rekan setimnya, Carlos Sainz, untuk kelima kalinya secara beruntun di kualifikasi. Albon membawa Williams ke Q2, sementara Sainz harus tersingkir di posisi ke-17. Albon sendiri menjadi yang paling lambat di Q2 dengan catatan waktu setengah persepuluh detik di belakang Esteban Ocon dari Haas.
Drama juga terjadi di Q1. Aston Martin dengan mesin Honda yang ditingkatkan sebenarnya menunjukkan performa lebih baik dibandingkan sprint qualifying. Fernando Alonso sempat berada di posisi ke-12 sebelum akhirnya gagal meningkatkan waktunya di putaran terakhir dan tersingkir di posisi ke-18. Rekan setimnya, Lance Stroll, berada tepat di belakangnya. Ollie Bearman dari Haas mencatat kualifikasi terburuknya musim ini dengan posisi ke-20, diikuti dua mobil Cadillac yang dipimpin Valtteri Bottas untuk kelima kalinya secara beruntun.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!