Lando Norris angkat bicara setelah Grand Prix Italia berakhir pahit baginya. Pembalap Lando Norris itu mengakui bahwa McLaren tidak punya kecepatan murni untuk menantang Mercedes di sirkuit Monza, menghentikan laju kemenangan beruntunnya secara mendadak.
Setelah dua kemenangan beruntun di Hungaria dan Belanda, sang juara bertahan datang ke Kuil Kecepatan dengan target memangkas jarak di klasemen. Namun kenyataannya, McLaren justru kesulitan mengejar kecepatan tertinggi lawan-lawannya. Norris dan rekan setimnya, Oscar Piastri, hanya mampu mengamankan posisi keempat dan kelima, tertinggal 19 detik di belakang pemenang balapan, Kimi Antonelli.
Pembalap asal Italia itu tampil impresif dengan melesat dari posisi belakang untuk meraih kemenangan bersejarah bagi Mercedes, mengungguli George Russell di posisi kedua. Sementara Max Verstappen melengkapi podium untuk Red Bull di posisi ketiga. Norris pun menilai bahwa di sirkuit seperti Monza, baik Mercedes maupun Red Bull berada di atas angin.

“Kami sudah melihat di balapan-balapan sebelumnya bahwa Red Bull bisa sangat cepat di sirkuit tipe seperti ini, dengan kecepatan tertinggi yang bagus, dan itu terbukti lagi,” ujar Norris. “Mereka lebih baik dari kami. Tetapi yang jelas, Mercedes masih berada di liga mereka sendiri dibandingkan kami. Kami menang dengan margin besar di beberapa balapan terakhir, dan mereka masih bertarung untuk poin bagus saat itu. Kami bahkan tidak dekat untuk bertarung di posisi dua besar.”
Hasil Bukan Kejutan bagi Norris
Meski kecewa, Norris menekankan bahwa hasil ini sesuai dengan proyeksi McLaren sebelum balapan. “Hanya frustrasi, tapi kami sudah mengatakannya sebelum akhir pekan. Kami sudah melihat ekspektasi kami, dan masih ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan, kami sudah tahu itu,” tambahnya. “Jadi ini bukan kejutan. Kami hanya perlu bekerja pada corner kecepatan rendah dan menengah, stabilitas mobil yang memang belum cukup baik, dan juga kecepatan tertinggi. Kalau bisa menyelesaikan itu, maka banyak hal yang beres.”
Kekalahan di Italia ini menyoroti kelemahan efisiensi aerodinamika yang persisten, meski McLaren terbukti tangguh di sirkuit berdownforce tinggi. Jika ingin menjaga peluang gelar tetap hidup, masalah ini harus segera diatasi.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!