Marc Marquez kembali ke Motegi bukan sebagai penguasa, melainkan pemburu. Hanya 12 poin memisahkannya dari Jorge Martin di puncak klasemen MotoGP 2026, dan tekanan langsung terasa di paddock. Ducati pun mengakui bahwa Grand Prix Austria lalu adalah peluang yang terbuang.
Pada balapan utama di Austria, masalah rem membuat Marquez harus puas finis kelima. Kerusakan poin memang tidak besar, tetapi ada sinyal bahwa Ducati sudah waspada menjelang Grand Prix Indonesia pekan depan. Mandalika bukan sirkuit yang bersahabat bagi Marquez, dan ban dengan karkas keras yang sering menyulitkan Ducati akan kembali digunakan.
“Jelas di sini kami akan berusaha keras untuk berada di depan lawan, tapi target kami tetap sama seperti balapan lain – naik podium,” ujar Davide Tardozzi di Jepang. “Di Indonesia, kami akan mencoba yang terbaik. Kami tahu pembalap lain akan lebih cepat, tapi kami juga tahu Marc kadang melakukan hal-hal menarik.”

Ducati sempat khawatir dengan pilihan ban Michelin yang menghadirkan ban belakang keras berkarkas kaku untuk Motegi yang aspalnya baru diresurfacing. Namun setelah sesi Jumat, ban keras sepertinya hanya menjadi penghuni tenda Michelin. Setelah 1 jam 45 menit latihan, Ducati tampak memiliki keunggulan atas Aprilia, tetapi Pedro Acosta dari KTM menunjukkan ancaman serius dengan catatan waktu kompetitif.
Aspal baru Motegi terbukti sangat lengket. Marquez memperkirakan kualifikasi akan berlangsung sulit. “Besok kualifikasi akan sulit karena semua orang akan sangat cepat,” ujarnya. “Dengan ban belakang di sini, Anda tidak hanya punya satu kesempatan, satu lap – dua, tiga lap ban masih bekerja baik. Jadi semua orang akan cepat karena time attack biasanya hanya satu lap, tapi di sini ada lebih banyak opsi.”
Setidaknya Ducati bekerja baik dengan ban soft. Alex Marquez memimpin Practice dengan 1m42.811s, rekor lap baru, diikuti Acosta dan Marc Marquez yang hanya terpaut 0,1 detik. Kecepatan long run Marc Marquez pun patut diwaspadai rival-rivalnya.
Dengan sesi kualifikasi yang diprediksi ketat, persaingan di Motegi akan menjadi ujian mental bagi Marquez. Jika ia mampu mengatasi tekanan dan memaksimalkan paket Ducati, peluang untuk memangkas jarak dari Martin tetap terbuka. Namun, bayang-bayang Mandalika yang keras sudah mulai menghantui paddock.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!