SPONSORED

Monaco Jadi Balapan Pertama Tanpa Straight Mode F1

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Monaco Jadi Balapan Pertama Tanpa Straight Mode F1 TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Monaco Grand Prix akan menjadi balapan pertama musim 2026 yang tidak menggunakan fitur baru Formula 1 bernama “straight mode”. Keputusan tersebut muncul di tengah implementasi era active aerodynamics terbaru Formula 1, yang mulai diterapkan penuh musim ini sebagai bagian dari regulasi teknis baru.

Pada mobil generasi 2026, sayap depan dan belakang kini dapat membuka secara aktif untuk mengurangi drag di lintasan lurus. Sistem tersebut dirancang untuk membantu mengompensasi perubahan karakter power unit baru yang menggunakan distribusi tenaga 50:50 antara mesin pembakaran internal dan sistem elektrifikasi baterai.

Meski secara teknis menggantikan sebagian fungsi DRS lama, straight mode sebenarnya bukan pengganti langsung Drag Reduction System yang digunakan pada era sebelumnya. DRS tradisional hanya dapat diaktifkan ketika mobil berada dalam jarak tertentu dari rival di depan saat balapan, sementara straight mode menjadi bagian dari konsep aerodinamika aktif baru yang bekerja lebih luas terhadap efisiensi energi dan kecepatan maksimum.

Piastri Tercengang Lihat Kegilaan Isle of Man TT
Baca JugaPiastri Tercengang Lihat Kegilaan Isle of Man TT

Namun untuk seri Monaco akhir pekan ini, peta resmi sirkuit di situs Formula 1 menunjukkan tidak adanya zona aktivasi straight mode di Circuit de Monaco. Artinya, Monaco menjadi seri pertama musim ini tanpa penggunaan sistem tersebut.

ADVERTISEMENT

Pada era sebelumnya, DRS hanya digunakan di pit straight Monaco karena keterbatasan ruang dan tingginya risiko keselamatan di layout jalan raya sempit tersebut. FIA juga tidak pernah mengizinkan penggunaan DRS di area tunnel karena potensi kehilangan stabilitas aerodinamika pada kecepatan tinggi.

Meski straight mode dihapus untuk Monaco, sistem overtake mode masih tetap dipakai. Titik deteksi overtake mode ditempatkan sebelum tikungan Rascasse, sementara aktivasi dilakukan setelah keluar tikungan dan menjelang tikungan terakhir Anthony Noghes.

Keputusan ini memperlihatkan bagaimana FIA masih sangat berhati-hati dalam menerapkan teknologi active aerodynamics di sirkuit dengan karakter unik seperti Monaco. Dibanding lintasan permanen modern, Circuit de Monaco memiliki margin kesalahan yang sangat kecil, permukaan jalan tidak konsisten, dan area run-off terbatas, sehingga perubahan aerodinamika aktif pada kecepatan tinggi dianggap memiliki risiko lebih besar.

ADVERTISEMENT

Absennya straight mode juga berpotensi meningkatkan pentingnya strategi qualifying dan track position di Monaco. Dengan peluang overtake yang tetap sangat terbatas, pengelolaan energi baterai, efisiensi traksi keluar tikungan lambat, dan performa mechanical grip diperkirakan kembali menjadi faktor utama dalam perebutan kemenangan.

Situasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Formula 1 masih terus mengevaluasi efektivitas regulasi aerodinamika aktif baru sepanjang musim 2026. Monaco kemungkinan menjadi studi kasus penting bagi FIA dalam menentukan bagaimana teknologi straight mode akan diterapkan di sirkuit berkarakter ekstrem pada masa mendatang.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU