Zak Brown melayangkan surat bernada keras kepada Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem terkait isu kepemilikan ganda tim di Formula 1.
CEO McLaren tersebut meminta regulasi yang lebih ketat untuk membatasi aliansi antar tim yang menurutnya berpotensi merusak integritas kompetisi Formula 1 modern.
Brown selama ini memang dikenal sebagai salah satu pengkritik utama model kepemilikan multi-tim seperti yang saat ini dijalankan Red Bull Racing melalui Racing Bulls.

Dalam surat yang diperoleh RacingNews365, Brown menyoroti beberapa insiden yang menurutnya menunjukkan bagaimana hubungan kedua tim tersebut bisa memengaruhi fairness olahraga.
Salah satu contoh yang diangkat adalah Grand Prix Singapura 2024 ketika Daniel Ricciardo dipanggil masuk pit pada lap terakhir untuk mengejar fastest lap dan merebut poin bonus dari Lando Norris.
Strategi tersebut dinilai membantu peluang gelar Max Verstappen karena Norris gagal mengamankan tambahan poin penting dalam perebutan gelar dunia.
Brown juga menyinggung GP Miami 2026 ketika Racing Bulls meminta Liam Lawson mengembalikan posisi kepada Verstappen setelah insiden lap pertama.
Selain aspek balapan, Brown turut menyoroti perpindahan Laurent Mekies dari Racing Bulls ke Red Bull Racing pada pertengahan musim 2025 tanpa masa gardening leave.
Ia membandingkannya dengan proses perekrutan Rob Marshall oleh McLaren dari Red Bull yang membutuhkan kompensasi besar dan masa nonaktif selama sembilan bulan.
Brown juga menyoroti perekrutan Andrea Landi dari Racing Bulls ke Red Bull yang menurutnya semakin memperkuat persepsi bahwa batas internal antar kedua tim tidak berjalan seperti kompetitor independen.
Dalam surat tersebut, Brown turut menyampaikan kekhawatiran mengenai potensi keuntungan teknis dari kepemilikan ganda, termasuk pengembangan software dan penggunaan wind tunnel.
Presiden FIA Ben Sulayem sebelumnya mengakui pihaknya kini mulai mempelajari isu kepemilikan multi-tim di Formula 1.
“Secara pribadi saya merasa memiliki dua tim bukan cara yang tepat. Kami sedang mempelajari apakah itu memungkinkan, diperbolehkan, dan apakah itu hal yang benar,” ujar Ben Sulayem di Miami.
Brown juga menyatakan dirinya terbuka untuk melakukan diskusi lebih lanjut bersama FIA mengenai masa depan regulasi kepemilikan tim di Formula 1.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!