Advertisement Sportrik
15s

Mengapa Red Bull dan Christian Horner Berpisah? Ini Faktanya

Notifikasi
Mengapa Red Bull dan Christian Horner Berpisah? Ini Faktanya
Christian Horner

Red Bull Racing mengguncang dunia Formula 1 dengan pemecatan Christian Horner sebagai prinsipal tim dan CEO setelah 20 tahun memimpin. Laurent Mekies, mantan prinsipal Racing Bulls, menggantikannya dengan efek segera. SPORTRIK menganalisis fakta-fakta di balik perpisahan ini, yang melibatkan performa tim yang menurun, konflik internal, dan perebutan kekuasaan.


Musim 2025 menjadi mimpi buruk bagi Red Bull Racing. Tim hanya meraih dua kemenangan, terpuruk di posisi keempat klasemen konstruktor, tertinggal 288 poin dari McLaren. Max Verstappen, juara dunia empat kali, kini berada 69 poin di belakang Oscar Piastri.

Ancaman Hujan GP Jepang 2026 Berkurang untuk Pembalap
Baca JugaAncaman Hujan GP Jepang 2026 Berkurang untuk Pembalap

Keputusan untuk mengganti Sergio Perez dengan Liam Lawson, yang kemudian digantikan Yuki Tsunoda setelah dua balapan tanpa poin, gagal membuahkan hasil. Tsunoda hanya mencetak tujuh poin dalam sembilan balapan, mencerminkan kelemahan mobil RB21. Oleh karena itu, performa buruk ini menjadi salah satu alasan utama tekanan pada Horner.

ADVERTISEMENT


Horner menghadapi krisis besar pada 2024 ketika dituduh melakukan perilaku tidak pantas terhadap seorang karyawan wanita. Meski dibersihkan melalui dua investigasi independen pada Februari dan Agustus 2024, kebocoran pesan WhatsApp ke media memperburuk situasi. Konflik dengan Helmut Marko, penasihat motorsport Red Bull, dan Jos Verstappen, ayah Max Verstappen, juga memperdalam perpecahan.


ADVERTISEMENT

Jos secara terbuka meminta Horner mundur, memperingatkan bahwa tim bisa “hancur”. Ketegangan ini diperparah oleh perubahan dinamika kepemilikan setelah kematian Dietrich Mateschitz pada 2022, dengan Chalerm Yoovidhya (51% saham) dan Mark Mateschitz (49% saham) berselisih mengenai arah tim. Awalnya, Yoovidhya mendukung Horner, tetapi laporan terbaru menunjukkan persetujuannya untuk pemecatan, menandakan perubahan sikap.


Laporan menunjukkan bahwa Horner menolak rencana untuk mengurangi kekuasaannya dalam tim, yang diusulkan oleh Mintzlaff dan pihak Austria. Ia bersikeras bahwa tidak ada perubahan diperlukan, meskipun tim kehilangan figur kunci seperti Adrian Newey (ke Aston Martin), Jonathan Wheatley (ke Sauber), dan Will Courtenay (ke McLaren). Ketidakmampuan Horner untuk merekrut pengganti berpengaruh dan meningkatkan performa tim memicu ketidakpuasan pemilik. Pertemuan darurat antara Yoovidhya, Mateschitz, dan Mintzlaff setelah Grand Prix Austria dan Inggris dilaporkan menjadi puncak keputusan ini, dengan Horner “kehilangan kepercayaan” dari pemilik karena kegagalan menangani tantangan tim.

ADVERTISEMENT


Spekulasi tentang masa depan Verstappen menjadi faktor penting. Meski terikat kontrak hingga 2028, Verstappen diincar Mercedes, terutama karena klausul performa dalam kontraknya. Laporan menyebutkan pertemuan antara Verstappen dan Mintzlaff selama Grand Prix Austria dan Inggris, menunjukkan upaya untuk mempertahankannya. Pemecatan Horner diyakini sebagai langkah untuk menenangkan Verstappen, yang memiliki hubungan tegang dengan Horner, terutama setelah konflik dengan Jos Verstappen. Beberapa sumber menilai keputusan ini sebagai pilihan Red Bull untuk “memilih Verstappen daripada Horner” demi masa depan jangka panjang tim.


ADVERTISEMENT

Red Bull sedang bersiap untuk regulasi mesin baru pada 2026 bersama Ford, setelah berpisah dengan Honda. Namun, Horner mengakui bahwa proyek unit daya Red Bull tertinggal dari rival, menambah tekanan atas kepemimpinannya. Kegagalan untuk memanfaatkan fasilitas baru di Milton Keynes dan merekrut talenta teknis papan atas membuat pemilik mempertanyakan visinya menjelang perubahan regulasi. Oleh karena itu, pemecatan Horner dianggap sebagai langkah untuk membuka jalan bagi kepemimpinan baru di bawah Mekies.


Penggemar di media sosial terbagi, dengan beberapa menyayangkan kepergian Horner karena warisannya, sementara yang lain menilai perubahan diperlukan akibat performa buruk. Martin Brundle, komentator Sky Sports F1, menyatakan kesedihannya, menyebut Horner sebagai “teman” yang membawa kesuksesan besar, tetapi mengakui ketidakharmonisan dalam tim. Laurent Mekies, yang kini memimpin, menghadapi tugas berat untuk membalikkan performa tim dan mempertahankan Verstappen. Alan Permane, yang menggantikan Mekies di Racing Bulls, akan mendukung transisi ini.

ADVERTISEMENT


Apa pendapat Anda tentang pemecatan Christian Horner? Apakah Red Bull membuat keputusan tepat, atau akankah kepergiannya melemahkan tim? Tinggalkan komentar di SPORTRIK dan ikuti pembaruan Formula 1 terbaru!

ADVERTISEMENT
Klasemen FORMULA-1 DRIVERS CHAMPIONSHIP
POS FOTO RIDER / TEAM PTS
1
George Russell
George Russell Mercedes
51
2
Andrea Kimi Antonelli
Andrea Kimi Antonelli Mercedes
47
3
Charles Leclerc
Charles Leclerc Ferrari
34
4
Lewis Hamilton
Lewis Hamilton Ferrari
33
5
Oliver Bearman
Oliver Bearman Haas F1 Team
17
6
Lando Norris
Lando Norris McLaren
15
7
Pierre Gasly
Pierre Gasly Alpine F1 Team
9
8
Liam Lawson
Liam Lawson Racing Bulls
8
9
Max Verstappen
Max Verstappen Red Bull
8
10
Arvid Lindblad
Arvid Lindblad Racing Bulls
4
Klasemen FORMULA-1 CONSTRUCTORS CHAMPIONSHIP
POS FOTO CONSTRUCTOR PTS
1
Mercedes
Mercedes
98
2
Ferrari
Ferrari
67
3
McLaren
McLaren
18
4
Haas F1 Team
Haas F1 Team
17
5
Racing Bulls
Racing Bulls
12
6
Red Bull
Red Bull
12
7
Alpine F1 Team
Alpine F1 Team
10
8
Audi
Audi
2
9
Williams
Williams
2
10
Aston Martin
Aston Martin
0

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU