SPONSORED

McLaren Curigai Inovasi Sidepod Red Bull Miami

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
McLaren Curigai Inovasi Sidepod Red Bull Miami TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Andrea Stella menilai konsep sidepod baru Red Bull Racing menjadi salah satu perkembangan teknis paling menarik di Formula 1 musim 2026 setelah tim asal Milton Keynes membawa paket upgrade besar pada F1 Miami Grand Prix. Paket tersebut tidak hanya mencakup interpretasi sayap belakang bergaya “Macarena”, tetapi juga perubahan signifikan pada area sidepod mobil RB22 milik Max Verstappen dan Isack Hadjar.

Perhatian Stella tertuju pada geometri sidepod baru Red Bull yang menurutnya berbeda secara fundamental dibanding pendekatan yang digunakan rival utama. McLaren F1 Team, Mercedes, dan Ferrari saat ini mengembangkan filosofi aerodinamika berbeda meski regulasi ground effect telah memasuki fase matang. Stella menilai Formula 1 kini berada dalam fase teknis yang belum mencapai titik konvergensi desain.

“Untuk mereka yang tertarik secara teknis, kami berada di fase yang sangat menarik,” ujar Stella kepada media termasuk RacingNews365.

Swiss Akhiri Larangan Balap Sirkuit 71 Tahun
Baca JugaSwiss Akhiri Larangan Balap Sirkuit 71 Tahun

Stella menjelaskan bahwa konsep sidepod Red Bull memperlihatkan bagaimana tim masih mampu menemukan ruang pengembangan baru meski regulasi aerodinamika telah berjalan beberapa musim. Menurutnya, Red Bull cukup cerdas memanfaatkan area legalitas regulasi untuk menciptakan geometri sidepod yang berbeda dari rival. Pendekatan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas aliran udara menuju diffuser dan efisiensi pendinginan tanpa mengorbankan performa downforce utama.

ADVERTISEMENT

“Sangat menarik karena jika melihat konsep sidepod yang diperkenalkan Red Bull, desain itu cukup berbeda dibanding konsep sidepod yang digunakan Mercedes dan Ferrari, sementara gaya McLaren juga berbeda lagi,” kata Stella.

Paket upgrade besar di Miami menjadi indikator bahwa pertarungan pengembangan mobil musim 2026 masih sangat terbuka. Tidak seperti akhir era regulasi 2025 ketika sebagian besar mobil mulai memiliki bentuk aerodinamika serupa, Stella menilai desain mobil saat ini masih jauh dari keseragaman. Hal tersebut membuka peluang perubahan performa signifikan sepanjang musim, terutama dalam duel konstruktor antara McLaren, Red Bull, Ferrari, dan Mercedes.

Dari sisi performa, Red Bull mencoba mengurangi kelemahan keseimbangan aerodinamika yang sempat muncul pada beberapa seri awal musim. McLaren sendiri tetap menjadi tolok ukur utama dalam efisiensi ban dan stabilitas kecepatan balapan, namun Stella mengakui setiap tim kini mulai mempelajari solusi teknis rival secara lebih agresif. Analisis terhadap desain sidepod Red Bull diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama paddock menjelang fase Eropa musim ini.

ADVERTISEMENT

“Akan ada proses di mana setiap tim saling melihat, menguji beberapa hal, dan tentu setiap tim akan mempelajari konsep Red Bull untuk melihat keuntungannya,” lanjut Stella.

Persaingan teknis yang semakin terbuka ini berpotensi menentukan arah pengembangan paruh pertama musim 2026. Dengan kalender Formula 1 segera memasuki rangkaian balapan Eropa yang lebih menuntut efisiensi aerodinamika, efektivitas upgrade Miami dari Red Bull dan respons McLaren akan menjadi faktor penting dalam perebutan momentum kejuaraan dunia berikutnya.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU