SPONSORED

FIA Kaji Mesin Independen F1 untuk Batasi Kuasa Pabrikan

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
FIA Kaji Mesin Independen F1 untuk Batasi Kuasa Pabrikan TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

FIA sedang mengkaji kemungkinan menghadirkan mesin independen untuk Formula 1 pada siklus regulasi berikutnya, sebagai cara untuk mengurangi pengaruh pabrikan terhadap tim pelanggan.

Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem telah mengisyaratkan keinginannya membawa grand prix racing kembali menggunakan mesin V8 pada periode regulasi baru, yang dijadwalkan dimulai pada 2030 atau 2031. Pembicaraan saat ini berfokus pada bagaimana aturan tersebut akan dirancang.

Salah satu proposal yang dibahas adalah pembentukan “FIA-selected engine”, atau mesin pilihan FIA, yang dapat digunakan oleh tim-tim pelanggan. Konsep ini disebut mirip dengan desain Cosworth siap pakai yang pernah dipakai HRT, Caterham, dan Virgin Racing ketika tim-tim baru masuk menjelang musim 2010.

George Russell Pimpin Hari Pertama Tes Ban F1 2027 di Silverstone
Baca JugaGeorge Russell Pimpin Hari Pertama Tes Ban F1 2027 di Silverstone

Rasional utama di balik gagasan tersebut adalah mengurangi potensi tekanan politik dan teknis dari pemasok mesin kepada tim pelanggan. Dalam struktur F1 modern, relasi antara pabrikan dan customer team dapat memiliki dampak strategis, terutama ketika pasokan power unit menjadi bagian dari kepentingan kompetitif dan komersial.

ADVERTISEMENT

Pada grid 2026, Mercedes HPP memasok Mercedes, McLaren, Alpine, dan Williams. Ferrari memasok Ferrari, Cadillac, dan Haas, sementara Red Bull Powertrains memasok dua tim Red Bull GmbH, yakni Red Bull dan Racing Bulls. Audi beroperasi sebagai tim pabrikan, sedangkan Aston Martin memiliki status quasi-works bersama Honda.

“Tidak akan ada kontrol atas tim, A-team terhadap B-team, yang dipasok dengan mesin mereka,” kata Ben Sulayem seperti dikutip Reuters.

“Jika itu terjangkau, maka kami akan memiliki satu mesin untuk sisa B-team, jadi tidak ada yang bisa memanfaatkan mereka dan mengatakan ‘pilih cara ini, atau kami tidak akan memberi Anda mesin yang bagus’,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain arah mesin V8, FIA juga mempelajari kemungkinan mengembalikan refuelling, yang terakhir digunakan di Formula 1 pada 2009. Ben Sulayem menegaskan belum ada keputusan final, tetapi opsi tersebut sedang dikaji bersama penggunaan bahan bakar berkelanjutan dan elektrifikasi, dengan peluang peningkatan porsi elektrifikasi di atas 10 persen tetap terbuka.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU