SPONSORED

Carlos Sainz Khawatir Williams 2026 Gagal Membaik

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Carlos Sainz Khawatir Williams 2026 Gagal Membaik TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Carlos Sainz mengaku khawatir dengan masalah serius yang menurutnya harus segera diperbaiki Williams setelah tim itu kembali gagal membuat progres di lini tengah Formula 1 2026.

Williams memulai musim dengan mobil FW48 yang awalnya datang dalam kondisi overweight. Tim kemudian menjalankan program pengurangan bobot, dengan paket upgrade besar dijadwalkan untuk Azerbaijan Grand Prix pada September.

Untuk British Grand Prix, Williams membawa front wing baru, tetapi Sainz dan Alex Albon tetap tidak mampu bersaing untuk poin. Sainz mendapat penalti satu lap yang tidak biasa dari steward setelah kekeliruan safety car, sementara Albon gagal finis.

George Russell Pimpin Hari Pertama Tes Ban F1 2027 di Silverstone
Baca JugaGeorge Russell Pimpin Hari Pertama Tes Ban F1 2027 di Silverstone

Situasi itu memperpanjang tren sulit Williams, yang belum kembali mencetak poin sejak Sainz finis kedelapan di Monaco. Tim saat ini baru mengumpulkan 11 poin musim ini, sementara Audi memangkas jarak setelah Gabriel Bortoleto finis kedelapan di Silverstone dan membawa tim tersebut naik ke enam poin.

ADVERTISEMENT

Sainz menilai kekhawatiran utama bukan hanya hasil British GP, tetapi pola yang mulai terlihat sepanjang musim. Menurutnya, upgrade yang datang belum memberi tambahan lap time yang cukup, sementara jarak Williams terhadap bagian belakang midfield justru semakin melebar.

“Ini mengkhawatirkan dan membuat frustrasi karena mulai menjadi tren buruk tahun ini bahwa kami tidak benar-benar menemukan banyak lap time ketika upgrade datang,” kata Sainz kepada media termasuk RacingNews365.

“Kami perlu duduk bersama dengan serius, karena kami sudah mengurangi banyak bobot dari mobil, dan jarak ke bagian belakang midfield terus meningkat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sainz juga mempertanyakan mengapa Williams bisa lebih dekat ke depan di Suzuka dengan mobil yang masih overweight, tetapi justru tertinggal sekitar dua detik di Silverstone dengan bobot yang sudah jauh lebih baik. Ia menilai kondisi itu menunjukkan ada sesuatu yang belum bekerja pada mobil, baik dari sisi pemahaman flow dynamics maupun cara upgrade diterjemahkan ke performa lintasan.

“Sekarang saya kesal, tetapi khawatir mungkin kata yang tepat,” kata Sainz. “Tidak ada yang suka disalip, terutama setelah start bagus dan menempatkan diri di posisi poin lalu turun lagi. Itu sudah menjadi pola musim ini.”

Sainz menegaskan akan tetap membawa energi positif saat kembali ke markas Williams, tetapi ia menilai tim harus serius mencari sumber masalah. Dengan rival seperti Audi mulai menunjukkan tanda kemajuan, Williams perlu memastikan paket Azerbaijan menjadi langkah korektif, bukan sekadar tambahan komponen tanpa dampak signifikan.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU