Formula 1, Sportrik Media - Max Verstappen, juara dunia empat kali, memilih bertahan dengan Red Bull untuk musim F1 2026 meskipun tim tidak lagi dominan. Komentator F1 Alex Jacques menyebut Verstappen telah menerima fase "rebuilding" tim. Artikel ini mengulas keputusan Verstappen, tantangan Red Bull di musim 2025, dan prospek masa depan menjelang regulasi baru 2026.
Verstappen Setia di Tengah Tantangan
Verstappen mengonfirmasi kesetiaannya pada Red Bull di Grand Prix Hungaria 2025, mengakhiri spekulasi kepindahan ke Mercedes. Namun, performa tim menurun drastis. Di Hungaria, Verstappen hanya finis kesembilan, hasil terburuk tim dalam waktu lama. Oleh karena itu, Alex Jacques menilai Verstappen telah menerima fase rebuild.
“Jika dia tidak menerima itu, dia pasti sudah pergi,” kata Jacques. Dengan demikian, Verstappen sadar akan tantangan yang dihadapi. Meskipun begitu, ia tetap berkomitmen untuk membantu pemulihan tim.
Fokus Red Bull pada 2026
Red Bull tidak lagi dominan seperti musim 2024, ketika Verstappen meraih gelar dengan mudah. Sementara itu, McLaren menunjukkan keunggulan. Penasihat motorsport Red Bull, Helmut Marko, bahkan mengesampingkan peluang gelar 2025 untuk Verstappen. Akibatnya, tim kini fokus pada regulasi power unit baru 2026, di mana mereka akan menjadi pemasok powertrain. Selain itu, kru pit Red Bull sedang bekerja keras untuk memperbaiki performa. Oleh karena itu, musim ini menjadi ujian ketahanan bagi Verstappen.

Harapan Pemulihan Tim
Meskipun menghadapi kesulitan, Verstappen ingin melihat tanda-tanda kemajuan. Jacques menekankan bahwa Verstappen mengharapkan operasional tim yang lebih tajam. Dengan demikian, pembaruan teknis untuk 10 balapan terakhir 2025 sangat penting. Selain itu, fokus Red Bull pada 2026 menjanjikan potensi besar.
“Dia tahu apa yang dia hadapi,” ujar Jacques. Oleh karena itu, Verstappen tetap optimistis meski menghadapi musim yang sulit. Sementara itu, kerja sama dengan kepala tim Laurent Mekies akan menjadi kunci pemulihan
Verstappen dan Red Bull bersiap untuk regulasi baru 2026. Dengan pengalaman Verstappen dan strategi jangka panjang tim, mereka berpeluang kembali ke puncak. Meskipun musim 2025 penuh tantangan, tanda-tanda pemulihan mulai terlihat. Untuk pembaruan F1 dan analisis mendalam, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Kimi Antonelli
Mercedes
|
219 |
|
2
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
169 |
|
3
|
|
George Russell
Mercedes
|
160 |
|
4
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
138 |
|
5
|
|
Lando Norris
McLaren
|
128 |
|
6
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
109 |
|
7
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
92 |
|
8
|
|
Isack Hadjar
Red Bull
|
68 |
|
9
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
43 |
|
10
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
42 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
379 |
|
2
|
|
Ferrari
|
307 |
|
3
|
|
McLaren
|
220 |
|
4
|
|
Red Bull
|
177 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
66 |
|
6
|
|
Alpine F1 Team
|
61 |
|
7
|
|
Haas F1 Team
|
21 |
|
8
|
|
Audi
|
12 |
|
9
|
|
Williams
|
11 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
1 |
Baca Juga
Cadillac membantah rumor kepindahan Sergio Perez ke Williams. Bos tim Marcin Budkowski memuji performa Perez dan menegaskan komitmennya pada tim debutan F1 2026.
Graeme Lowdon dipecat Cadillac F1 setelah 11 balapan tanpa poin, senasib Christian Horner. Marcin Budkowski ditunjuk sebagai pengganti.
Cadillac Racing memecat Team Principal Graeme Lowdon setelah gagal mencetak poin di 11 balapan F1 2026. Marcin Budkowski ditunjuk sebagai pengganti.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!