George Russell menutup akhir pekan Azerbaijan Grand Prix 2026 dengan kemenangan yang penuh drama. Pembalap Mercedes itu sukses mengonversi pole position menjadi kemenangan, meski harus bertahan dari tekanan Max Verstappen di akhir balapan. Kemenangan ini menjadi yang kedelapan dalam karier Russell di F1, dan yang pertama diraih dengan memimpin dari start hingga finis.
Balapan di Sirkuit Kota Baku berjalan tak mudah bagi Russell. Ia sempat membangun keunggulan lebih dari 10 detik sebelum insiden Alex Albon di Tikungan 5 memicu safety car pertama. Setelah itu, ia harus menghadapi dua restart dan nyaris kehilangan kemenangan di lap terakhir ketika ia mengangkat kaki dari pedal gas karena bendera kuning di Tikungan 15, yang membuat turbo power-nya hilang. Verstappen pun mendekat hingga hanya terpaut 0,196 detik di garis finis.

Bagi Russell, ini adalah akhir pekan yang nyaris sempurna. Ia memuncaki dua sesi latihan bebas pertama dan ketiga sesi kualifikasi, lalu mencatat lap tercepat dalam balapan. Hanya Verstappen yang menghalanginya meraih 'super grand chelem' setelah pembalap Red Bull itu menjadi yang tercepat di FP3. Kemenangan ini juga memangkas jarak Russell dengan rekan setimnya, Kimi Antonelli, menjadi 66 poin di puncak klasemen pembalap.

Sementara itu, Isack Hadjar mencuri perhatian dengan meraih podium pertamanya yang 'sesungguhnya' setelah kembali dari cedera pergelangan tangan enam minggu. Pembalap Red Bull itu menjalankan strategi offset dengan ban soft dan mampu menempel ketat Verstappen di stint pembuka. Keputusan tim untuk mempertahankan posisi trek terbayar ketika safety car menguntungkannya, dan ia memanfaatkan kesalahan Oscar Piastri saat restart untuk merebut posisi ketiga. Hasil ini diraih beberapa hari setelah kontraknya untuk tahun depan dikonfirmasi, menjadi pengingat mengapa Red Bull mempercayainya.
Tim Haas kembali menunjukkan kepiawaian strategi di balapan yang penuh kekacauan. Esteban Ocon dan Oliver Bearman memulai dengan ban soft sebelum masuk pit untuk mengganti ban medium di bawah safety car lap ke-30. Keduanya kemudian memanfaatkan restart kedua untuk finis di posisi kedelapan dan kesembilan, membawa Haas unggul 10 poin atas Audi dalam perebutan posisi ketujuh di klasemen konstruktor. Pola ini sudah sering terlihat: Haas selalu tajam dalam mengambil keputusan di tengah kondisi chaos.
Namun, balapan ini berubah menjadi mimpi buruk bagi Alpine. Franco Colapinto mengalami lock-up saat pengereman di restart pertama dan menabrak rekan setimnya, Pierre Gasly, di Tikungan 1. Kedua mobil langsung tersingkir, dan insiden itu juga menyeret Lando Norris. Colapinto pun dijatuhi penalti turun lima posisi grid untuk Grand Prix Bahrain mendatang sebagai pengganti penalti waktu 10 detik yang tak bisa ia jalani di Baku. Kerugian ganda ini membuat Alpine kehilangan posisi dari Racing Bulls di klasemen konstruktor, dan masa depan Colapinto pun dipertanyakan setelah bos tim Flavio Briatore menyatakan akan mempertimbangkan tindakan terhadap pembalapnya.
Lando Norris juga menjadi pecundang besar. Akhir pekannya sudah memburuk di kualifikasi ketika ia keluar lintasan dan memicu bendera kuning yang merusak lap terakhirnya, membuatnya harus start dari posisi kelima. Di balapan, ia langsung tersingkir akibat insiden Tikungan 1 yang disebabkan lock-up Colapinto. Norris kemudian melontarkan kritik pedas terhadap standar mengemudi yang menyebabkan insiden tersebut dan meminta FIA mempertimbangkan larangan balapan untuk kelalaian semacam itu. Komentarnya itu justru membuatnya menjadi sasaran pelecehan online dari penggemar Colapinto.
Alex Albon juga harus menelan pil pahit. Balapannya berakhir di pagar pembatas Tikungan 5 pada lap ke-31, kecelakaan yang memicu safety car pertama dan mengubah seluruh jalannya balapan. Dengan Williams yang membawa banyak pembaruan pada mobilnya, mengakhiri balapan dengan mobil rusak parah adalah kemunduran besar bagi tim yang tengah melalui musim sulit. Rekan setimnya, Carlos Sainz, setidaknya berhasil menyelamatkan satu poin dengan finis di posisi ke-10, mengakhiri rentetan sembilan balapan tanpa poin, sementara Albon memperpanjang rekor tanpa poinnya menjadi sembilan balapan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!