Formula 1, Sportrik Media - Max Verstappen mengaku frustrasi setelah performa Red Bull Racing jauh dari kompetitif pada Sprint Qualifying F1 China 2026 di Shanghai. Juara dunia empat kali itu tertinggal hingga 1,7 detik dari pole position yang diraih George Russell bersama Mercedes.
Hasil tersebut membuat Verstappen hanya mampu menempati posisi kedelapan di grid untuk sprint race di Sirkuit Internasional Shanghai. Performa yang jauh dari ekspektasi membuat pebalap Belanda itu secara terbuka menggambarkan sesi kualifikasi tersebut sebagai “bencana”, menandakan adanya masalah mendasar pada paket mobil Red Bull.
Verstappen menjelaskan bahwa mobil RB mengalami berbagai kendala performa secara bersamaan, mulai dari kurangnya cengkeraman ban hingga keseimbangan mobil yang tidak stabil sepanjang putaran. Menurutnya, mobil sering berganti karakter antara oversteer dan understeer tanpa memberikan tingkat grip yang memadai di kedua sumbu.

“Tidak ada yang bekerja. Benar-benar tidak ada grip,” kata Verstappen kepada Viaplay setelah sesi Sprint Qualifying.
“Mobil mengalami oversteer lalu understeer lagi. Kami tidak punya grip di belakang, tidak punya grip di depan, dan degradasi ban sangat tinggi.”
Ia menambahkan bahwa masalah tersebut mengindikasikan kombinasi kekurangan downforce, keseimbangan aerodinamika yang tidak ideal, serta tingkat keausan ban yang berlebihan. Verstappen bahkan menyebut masih ada faktor lain yang belum dibahas secara rinci, termasuk performa unit daya yang juga tidak optimal.
Situasi sulit tersebut membuat prinsipal tim Laurent Mekies secara langsung menyampaikan permintaan maaf kepada Verstappen setelah sesi kualifikasi sprint berakhir. Hal itu mencerminkan betapa seriusnya masalah yang sedang dihadapi Red Bull pada awal akhir pekan Grand Prix China.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan kapan ia bisa kembali meraih kemenangan musim ini, Verstappen menolak membahasnya. Ia menegaskan bahwa jarak performa yang begitu besar membuat topik tersebut belum relevan untuk dibicarakan.
“Tolong jangan membicarakan itu sekarang ketika Anda tertinggal 1,7 detik,” ujar Verstappen.
“Itulah mengapa saya bahkan tidak ingin menyebutkannya, karena masih banyak yang harus kami lakukan sebelum bisa memikirkannya.”
Sprint race di Shanghai akan menjadi ujian penting bagi Max Verstappen dan Red Bull Racing untuk memahami masalah performa mobil mereka. Hasil di China juga akan menjadi indikator penting apakah tim mampu memperkecil jarak dengan rival utama seperti Mercedes dalam fase awal musim Formula 1 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!