Formula 1, Sportrik Media - Max Verstappen mengalami kecelakaan mengejutkan saat sesi kualifikasi Grand Prix Australia 2026 di Albert Park Circuit, dan mantan pembalap Formula 1 Jolyon Palmer menilai kemungkinan kesalahan kecil dari sang pembalap turut berperan dalam insiden tersebut.
Juara dunia empat kali itu harus memulai balapan pembuka musim dari posisi ke-20 setelah kecelakaan terjadi saat ia memulai flying lap pada fase awal kualifikasi. Saat mengerem menuju tikungan pertama, poros belakang mobilnya tiba-tiba terkunci, membuat mobil Red Bull kehilangan kendali sebelum meluncur ke gravel dan akhirnya menabrak pembatas.
Insiden tersebut mengejutkan Verstappen sendiri. Pembalap Belanda itu mengakui belum pernah mengalami kehilangan kendali seperti itu saat pengereman sepanjang kariernya di Formula 1 bersama Red Bull Racing.

Sebelum balapan dimulai, tim asal Milton Keynes tersebut masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Namun menurut Palmer, prinsipal tim Laurent Mekies mengonfirmasi bahwa Verstappen melakukan pengereman yang sangat keras ketika memasuki tikungan pertama.
Hal itu memunculkan dugaan bahwa karakteristik mobil RB22 yang agresif saat pengereman belakang dapat menjadi faktor yang memperbesar risiko penguncian roda.
“Saya menduga ada detail kecil yang membuat perbedaan. Mobil mereka sangat agresif pada pengereman belakang dan pada proses harvesting MGU-K,” kata Palmer dalam podcast F1 Nation.
“Itu juga sudah menjadi hal yang disorot rival mereka selama tes pramusim—betapa agresifnya mobil tersebut saat menurunkan gigi untuk mendapatkan recharge energi.”
Palmer menambahkan bahwa kombinasi antara pengereman keras dari Verstappen dan karakteristik mobil yang sensitif pada poros belakang bisa menjadi pemicu utama kecelakaan tersebut, terutama dalam kondisi mobil dengan downforce yang lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.
“Saya menduga mobil itu memang rentan terhadap rear locking, dan Max mungkin mengerem terlalu keras sehingga melewati batas dengan sedikit gangguan dari poros belakang,” jelas Palmer.
Menurutnya, situasi tersebut dapat menjadi perhatian serius bagi tim jika penyebab pasti kecelakaan tidak segera ditemukan. Tanpa pemahaman yang jelas mengenai faktor teknis yang memicu insiden tersebut, risiko kejadian serupa berpotensi muncul kembali pada sesi-sesi berikutnya.
Dengan musim Formula 1 2026 yang baru dimulai, Red Bull kini menghadapi tantangan untuk memahami sepenuhnya karakter mobil RB22 sebelum memasuki seri berikutnya dalam kalender kejuaraan dunia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!