Formula 1, Sportrik Media - Max Verstappen menghadapi perubahan penting di sisi garasi Red Bull Racing selama akhir pekan Grand Prix Australia 2026 di Albert Park. Perubahan tersebut terkait posisi chief mechanic yang menjadi bagian krusial dalam struktur teknis tim.
Pada Januari lalu dilaporkan bahwa Red Bull merekrut Mike Payne dari Aston Martin untuk menjadi chief mechanic bagi pembalap muda Isack Hadjar. Rekrutmen ini dilakukan setelah Matt Caller, yang sebelumnya menjabat chief mechanic Verstappen, meninggalkan tim untuk bergabung dengan proyek Formula 1 milik Audi.
Awalnya diperkirakan bahwa Jon Caller, yang musim lalu bekerja bersama Yuki Tsunoda, akan menggantikan posisi saudaranya di sisi garasi Verstappen. Namun saat akhir pekan balapan di Melbourne, konfigurasi tersebut ternyata berubah.

Di Albert Park terlihat bahwa Payne justru bekerja langsung pada mobil RB22 milik Verstappen, sementara Jon Caller ditempatkan pada mobil Hadjar. Pergantian ini menjadi salah satu detail teknis yang mencuri perhatian di paddock selama seri pembuka musim Formula 1 2026.
Payne sendiri membawa pengalaman signifikan ke dalam tim. Sebelum bergabung dengan Red Bull, ia bekerja selama lima tahun di Aston Martin dan sebelumnya menghabiskan sekitar enam tahun bersama Williams. Pengalaman panjang tersebut dinilai memberikan stabilitas teknis tambahan pada kru mekanik Verstappen.
Dalam struktur tim Formula 1 modern, posisi chief mechanic memegang peran penting dalam memastikan kesiapan mobil sebelum dan selama akhir pekan balapan. Tanggung jawabnya mencakup pengawasan perakitan mobil, koordinasi pekerjaan kru mekanik, implementasi perubahan teknis, serta inspeksi akhir sebelum mobil keluar dari garasi untuk turun ke lintasan.
Selain tugas teknis, chief mechanic juga berperan sebagai pemimpin bagi kru yang bekerja di sekitar mobil. Posisi ini menuntut kemampuan manajemen tim, pemahaman teknis mendalam, serta respons cepat terhadap berbagai situasi yang dapat terjadi selama sesi latihan, kualifikasi, maupun balapan.
Dalam beberapa kasus, posisi tersebut bahkan menjadi batu loncatan menuju jabatan yang lebih tinggi di dalam organisasi tim. Salah satu contohnya adalah Lee Stevenson, mantan chief mechanic Verstappen yang kini menjabat sebagai team manager dalam proyek Formula 1 Audi.
Dengan perubahan struktur teknis di garasi Verstappen ini, Red Bull memasuki musim 2026 dengan konfigurasi baru di sisi operasional. Stabilitas kru teknis akan menjadi faktor penting dalam upaya tim mempertahankan daya saing sepanjang kalender Formula 1 yang panjang tahun ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!