MotoGP, Sportrik Media - Maverick Vinales menegaskan tidak memiliki penyesalan atas keputusannya meninggalkan Aprilia untuk bergabung dengan proyek KTM di MotoGP, meskipun sejumlah perkembangan di dalam paddock sempat mengejutkannya.
Sebelum pindah ke tim satelit Tech3 KTM pada musim 2025, Vinales sebenarnya diperkirakan akan menjadi figur utama Aprilia setelah pensiunnya Aleix Espargaro. Pabrikan Italia tersebut juga merekrut juara dunia Jorge Martin untuk memperkuat proyek MotoGP mereka.
Keputusan Vinales untuk hengkang membuat Aprilia kemudian merekrut Marco Bezzecchi sebagai penggantinya. Pembalap Italia itu justru mencatat musim terbaik Aprilia di MotoGP dengan tiga kemenangan grand prix, tiga kemenangan Sprint, serta finis ketiga di klasemen kejuaraan dunia.

Sementara itu, Vinales berperan penting dalam fase awal proyek KTM setelah kepindahannya. Ia membantu tim melewati masa sulit setelah krisis finansial yang sempat terjadi selama musim dingin, termasuk memberikan dorongan moral ketika berhasil memimpin balapan MotoGP Qatar sebelum akhirnya kehilangan posisi kedua akibat penalti tekanan ban.
Performa KTM kemudian semakin berkembang ketika pembalap pabrikan Pedro Acosta mulai meraih sejumlah podium pada paruh kedua musim, yang membantunya finis keempat dalam klasemen kejuaraan dunia.
Namun perjalanan Vinales pada musim tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus. Cedera bahu yang dialaminya di Sachsenring mengganggu kampanyenya secara signifikan dan membatasi peluangnya untuk meraih hasil lebih baik sepanjang musim.
Keputusan pindah tim bukanlah hal baru dalam karier Vinales di MotoGP. Pembalap Spanyol tersebut sebelumnya juga meninggalkan Suzuki untuk bergabung dengan Yamaha pada 2017, sebelum akhirnya berpisah dengan Yamaha pada pertengahan musim 2021.
“Selalu sulit ketika berbicara tentang masa depan,” kata Vinales kepada GPone.com.
“Ketika saya meninggalkan Yamaha, saya sempat menyesalinya. Namun melihat kembali sekarang, saya bisa mengatakan bahwa saya beruntung dan saya tidak mengeluh.”
Menurut Vinales, secara olahraga keputusan yang ia buat saat itu justru tepat karena perkembangan performa Aprilia pada periode 2023–2024.
“Dalam hal olahraga, mungkin itu keputusan yang benar. Aprilia terus berkembang, dan pada 2023 hingga 2024 saya mungkin tidak akan secepat itu jika tetap bersama Yamaha.”
Meski demikian, Vinales mengakui ia cukup terkejut ketika mengetahui bahwa Fabiano Sterlacchini kemudian meninggalkan KTM untuk menjadi direktur teknis Aprilia, menggantikan Romano Albesiano yang pindah ke Honda.
“Tidak ada penyesalan, meskipun ketika saya datang ke KTM, mereka masih memiliki Sterlacchini, lalu dia justru pergi ke Aprilia,” ujar Vinales.
“Kami membuat keputusan jauh sebelumnya tanpa mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Tidak ada yang memberi tahu saya bahwa dia akan pergi.”
Sepanjang kariernya di MotoGP, Vinales telah mencatat kemenangan bersama tiga pabrikan berbeda: satu kemenangan dengan Suzuki, delapan bersama Yamaha, dan satu bersama Aprilia. Hingga saat ini, hasil terbaiknya bersama KTM adalah finis keempat, sementara pada seri pembuka MotoGP 2026 di Buriram ia belum berhasil meraih poin.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!