Massimo Rivola Tegas: Aprilia Tak Takut Rival dan Bidik 2027

Massimo Rivola Tegas: Aprilia Tak Takut Rival dan Bidik 2027
© Getty Image

Massimo Rivola memanfaatkan presentasi resmi Aprilia Racing untuk menjelaskan arah masa depan pabrikan Noale di MotoGP, sekaligus memberi pandangannya mengenai situasi pembalap di grid hingga proyeksi bursa rider menuju 2027. Pernyataan tersebut disampaikan Rivola menyusul peluncuran RS-GP terbaru yang menampilkan kembalinya simbol ikonik singa pada fairing motor.

Kehadiran logo singa disebut Rivola sebagai pesan terbuka kepada para rival Aprilia. Ia menegaskan filosofi tim yang ingin tampil berani tanpa kehilangan rasa hormat terhadap kompetitor.

“Saya menghormati semua rival saya, tetapi saya tidak takut pada siapa pun,” ujar Rivola dalam presentasi tersebut, dikutip dari Motosan.

Berbicara mengenai masa depan Aprilia, Rivola menegaskan fokus utama pabrikan saat ini adalah membangun proyek jangka menengah bersama Marco Bezzecchi dan memaksimalkan potensi Jorge Martin setelah musim cedera berat yang dialami pembalap Spanyol itu.

“Dengan Bez kami sedang membangun sesuatu yang bisa tercatat dalam sejarah. Kami ingin melihat Jorge dalam kondisi fisik puncak dan mulai bekerja dari sana,” jelas Rivola.
“Kecepatan dan bakat Jorge tidak dapat disangkal, jadi kami berharap memiliki waktu untuk melakukannya.”

Target utama Aprilia secara terbuka adalah mempertahankan kedua pembalapnya hingga regulasi baru MotoGP 2027. Namun Rivola mengakui bahwa prioritas terbesar ada pada perpanjangan kontrak Bezzecchi, seiring meningkatnya minat tim lain terhadap pembalap Italia tersebut.

ADVERTISEMENT

“Berdasarkan apa yang telah kami diskusikan, saya akan mengatakan ya. Kami pasti akan melakukan segala yang kami bisa untuk mempertahankannya, dan saya juga ingin mempertahankan Jorge,” kata Rivola.
“Pertama, kami perlu melihat Jorge beraksi dan memahami bagaimana kondisinya. Banyak pembalap mungkin akan menandatangani kontrak bahkan sebelum musim dimulai.”

Terkait kondisi Martin, Rivola menegaskan bahwa Aprilia tidak ingin terburu-buru, baik secara fisik maupun mental, mengingat beratnya musim 2025 yang dilalui sang juara dunia.

“Saya rasa Jorge masih perlu memulihkan diri secara fisik, sayangnya,” ujarnya.
“Dia juga harus sedikit mengurangi intensitas secara psikologis karena dia sangat bersemangat. Musim seperti 2025 telah mengajarkannya bahwa pemulihan tidak boleh dipaksakan.”
“Kami akan memberinya semua waktu yang dia butuhkan, karena kami ingin melihatnya kembali 100 persen.”

Ketika ditanya tentang peluang Aprilia melawan dominasi Ducati, Rivola secara jujur mengakui bahwa kehadiran Marc Marquez tetap menjadi faktor pembeda besar di kejuaraan.

“Dengan nomor 93 di lintasan, jujur saja saya tidak tahu apakah kami bisa mengalahkan Ducati,” kata Rivola.
“Tahun lalu kami memenangkan balapan terakhir, tetapi Marc tidak berada di lintasan.”
“Mereka masih menjadi tolok ukur. Kami harus menghormati semua orang, tetapi tidak takut pada siapa pun. Bekerja dan percaya—itulah yang harus kami lakukan.”

Rivola juga berbagi pandangannya mengenai peta bursa pembalap MotoGP menuju 2027. Ia meyakini Marquez akan tetap bersama Ducati, dan melihat potensi kombinasi kuat dengan Pedro Acosta.

“Saya yakin Marc akan tetap di Ducati. Pedro sudah mengatakan dia menginginkan Ducati dengan segala cara, jadi ini praktis pasangan yang ideal,” ungkap Rivola kepada Moto.it, seraya menegaskan bahwa skenario tersebut kemungkinan terjadi di tim pabrikan.

Namun ketika ditanya mengenai masa depan Francesco Bagnaia dalam skenario tersebut, Rivola memilih bersikap hati-hati.

“Saya tidak bisa memberi tahu Anda,” tutupnya.
“Tetapi Pecco adalah seorang juara, juara berkali-kali. Dia adalah godaan bagi semua orang.”

Pernyataan Rivola ini menegaskan bahwa Aprilia tengah memasuki fase strategis penting, tidak hanya dari sisi teknis tetapi juga manajemen pembalap. Dengan simbol singa kembali menghiasi RS-GP, pesan Aprilia jelas: menghormati rival, namun siap menjadi penantang serius di era MotoGP berikutnya.

Menurut Sportikers, apakah Aprilia benar-benar siap menantang dominasi Ducati dan mempertahankan Bezzecchi–Martin hingga 2027? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!

Diskusi & Komentar (0)

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU