Ketegangan internal di kubu Scuderia Ferrari pasca bentrokan lap pembuka di GP Meksiko masih menjadi sorotan utama paddock Formula 1 jelang akhir pekan balap di Autodromo Jose Carlos Pace Interlagos. Komentator senior Sky Sports F1, Martin Brundle, menilai bahwa Lewis Hamilton sedang memainkan permainan politik tingkat tinggi yang cerdik di dalam garasi tim Kuda Jingkrak dengan secara terbuka mengkritik rekan setimnya.
Juara dunia tujuh kali asal Inggris tersebut sebelumnya melontarkan kritik pedas kepada Charles Leclerc akibat insiden senggolan di awal balapan seri sebelumnya. Hamilton menuduh pembalap asal Monako itu mengambil pendekatan agresif ala hidup-mati yang justru merugikan peluang kemenangan Ferrari dan berujung pada kemenangan sang rival utama, Max Verstappen.
Menanggapi situasi panas tersebut, Brundle berpendapat bahwa pembalap berpengalaman seperti Hamilton kini berada di fase karier di mana ia tidak akan menahan diri untuk berbicara blak-blakan. Menurut pandangan sang pengamat, manuver di awal balapan tersebut merupakan sebuah kesalahan perhitungan yang dapat dihindari oleh pembalap bernomor mobil enam belas itu.

"Lewis berada di tahap kariernya di mana ia akan berbicara apa adanya tanpa filter," ujar Brundle di Interlagos. "Itu bukanlah langkah yang paling cerdas dalam karier dan kehidupan Charles. Itu adalah kesalahan yang sebagian besar berada di pihak rekan setimnya sendiri. Lewis merasa kesal dan menyadari ada kesempatan untuk memperkuat posisinya karena tindakan tersebut dinilai sedikit konyol."
Situasi pelik ini membuat Prinsipal Tim Ferrari, Fred Vasseur, langsung turun tangan dengan menggelar pertemuan darurat secara tertutup pada Kamis malam di Brasil untuk meredam ketegangan antara kedua pembalap bintangnya. Vasseur dengan tegas menekankan bahwa kepentingan kolektif tim harus selalu diletakkan di atas ambisi individu demi mengamankan hasil maksimal di sisa kalender balap musim ini.
Kendati demikian, Brundle menilai bahwa menyelaraskan kepentingan tim yang melibatkan ribuan pekerja pabrik dengan ego pribadi seorang pembalap profesional adalah hal yang hampir mustahil di era modern Formula 1. Dilema serupa juga sempat terlihat pada dinamika internal tim lain seperti McLaren antara Lando Norris dan Oscar Piastri, di mana naluri sebagai atlet individual kerap berbenturan langsung dengan instruksi pabrikan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!