Pekan balap di Sirkuit Lusail langsung menyajikan drama tersendiri ketika Jorge Martin berhasil membalikkan keadaan secara dramatis pada sesi latihan hari Jumat. Setelah sempat kesulitan dan bahkan terpaksa menyerah lebih awal di Sepang akibat cedera pergelangan tangan, pembalap andalan Aprilia Racing ini membuktikan kapasitasnya dengan mengamankan posisi ketujuh dalam catatan waktu gabungan. Performa solid ini tentu menjadi suntikan moral yang sangat masif bagi sang juara dunia bertahan dalam misi krusialnya menahan laju poin sang rival utama di papan klasemen.
Pencapaian ini terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan akhir pekan sebelumnya di Malaysia, di mana ia kehilangan seluruh tenaga pada lengan kanannya akibat retak tulang radius yang dideritanya saat insiden di Phillip Island. Di Lusail, pembalap asal Spanyol tersebut mampu melibas total 19 putaran penuh yang hampir menyamai jarak balapan Grand Prix sesungguhnya. Catatan waktu terbaiknya menempatkan ia hanya terpaut sekitar enam persepuluh detik dari pemuncak sesi, Fabio Di Giannantonio, serta terpaut tipis dari rekan setimnya sendiri.
Dalam wawancara eksklusif kepada media usai sesi, ia menegaskan betapa besar kelegaan yang dirasakannya setelah mampu kembali menggeber motor prototipe RS-GP tanpa hambatan fisik yang ekstrem. "Ya, saya sangat bangga dengan pekerjaan hari ini, saya berharap saya memiliki perasaan seperti ini di Malaysia jujur saja, karena saya mampu balapan," ungkap Martin kepada TNT Sports dengan nada penuh antusiasme.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar menahan rasa sakit, melainkan mengembalikan feeling berkendara yang sempat hilang akibat kecelakaan keras di Australia. Faktor adrenalin yang tinggi di atas lintasan membantunya mengabaikan rasa nyeri yang masih mendera. "Tentu saja saya belum pulih sepenuhnya, tetapi saya merasa jauh lebih baik. Saya bisa mencatat beberapa putaran sekaligus dan tampil kompetitif," tambahnya menegaskan tekad baja yang ia miliki.
Meski demikian, evaluasi teknik tetap harus dilakukan secara cermat bersama para teknisi tim pabrikan Noale tersebut. Sektor pertama Sirkuit Lusail masih menjadi titik terlemahnya karena ia sempat tertahan di posisi ke-13 tercepat akibat kendala saat melakukan pergantian arah motor secara cepat serta menghadapi kesulitan ketika merebahkan motor di tikungan kanan. Walau begitu, ia menatap sisa akhir pekan ini dengan penuh optimisme tinggi demi mengamankan target minimal delapan poin guna menunda pesta juara rival terberatnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!