Formula 1, Sportrik Media - Martin Brundle menggambarkan kecelakaan Oscar Piastri sebelum start Grand Prix Australia 2026 sebagai momen “brutal”, terutama karena insiden tersebut terjadi di depan para pendukungnya sendiri di Albert Park Circuit.
Satu-satunya pembalap Australia di grid Formula 1 itu mengalami kecelakaan pada sighting lap sebelum balapan dimulai. Mobil McLaren miliknya kehilangan kendali saat keluar dari Tikungan 4 setelah kombinasi lonjakan tenaga, ban yang masih dingin, serta mobil yang menyentuh kerb.
Mobil Piastri kemudian berputar dan menabrak pembatas, membuatnya langsung tersingkir bahkan sebelum balapan resmi dimulai. Insiden tersebut menjadi awal musim yang sangat mengecewakan bagi pembalap berusia 24 tahun tersebut.

Dalam kolomnya di Sky Sports, Brundle mengaku memahami situasi yang dialami Piastri karena ia pernah mengalami insiden serupa selama kariernya di Formula 1.
“Di McLaren mereka sudah kehilangan satu mobil bahkan sebelum start ketika Oscar Piastri menabrakkan mobilnya ke pembatas setelah terjebak kombinasi ban dingin, lonjakan tenaga, dan menyentuh kerb pada saat yang sama,” tulis Brundle.
“Itu sangat brutal baginya, terutama di depan banyak penonton pada Grand Prix kandangnya. Kita semua pernah melakukan hal seperti itu, entah saat menuju grid atau memasuki pit lane. Saya juga pernah menghancurkan mobil Tyrrell baru di Imola pada pertengahan 1980-an. Saya benar-benar merasakan apa yang ia alami.”
Piastri sebenarnya dijadwalkan memulai balapan dari posisi kelima di grid. Namun setelah kecelakaan tersebut, slot start di sebelah Lando Norris akhirnya kosong ketika lampu start padam.
Norris sendiri mengalami kesulitan menemukan kecepatan sepanjang sebagian besar balapan. Meski demikian, ia mampu meningkatkan performa pada fase akhir lomba dengan pengelolaan energi baterai yang lebih efektif dan tetap berada di depan Max Verstappen.
Brundle menilai hasil di Australia juga menunjukkan posisi McLaren dalam hierarki performa awal musim. Menurutnya, tim asal Woking saat ini berada di posisi keempat dalam urutan kekuatan di belakang tim-tim terdepan seperti Mercedes.
Ia juga menambahkan bahwa McLaren perlu segera memahami sepenuhnya potensi unit tenaga Mercedes serta memperkenalkan pembaruan aerodinamika untuk meningkatkan daya saing mobilnya.
“McLaren akan meningkatkan daya saing mereka dengan cepat ketika mereka memahami fungsi dan potensi unit tenaga secara penuh seperti yang dimiliki tim pabrikan Mercedes,” tulis Brundle.
“Mereka juga membutuhkan peningkatan aerodinamika.”
Dengan musim Formula 1 2026 yang baru dimulai, evaluasi terhadap performa teknis mobil dan pengembangan paket upgrade akan menjadi kunci bagi McLaren untuk memperkecil jarak dengan para rival di seri-seri berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!