SPONSORED

Marquez Kini Dihormati Rival, Berbeda dari Era Rossi

Notifikasi
Arya Okta
Arya Okta
0
Marquez Kini Dihormati Rival, Berbeda dari Era Rossi
TO NEWS OVERVIEW
Marquez Kini Dihormati Rival, Berbeda dari Era Rossi

Ada perubahan besar di sekitar Marc Marquez seiring berjalannya waktu. Pembalap asal Cervera itu selalu disegani karena kecepatan, gelar, dan kemampuan kompetitifnya yang luar biasa. Namun, pada satu fase kariernya, terutama akibat perseteruannya dengan Valentino Rossi, sosoknya tak terhindarkan terkait dengan rivalitas yang melampaui batas lintasan. Sepuluh tahun kemudian, persepsi itu tampak sangat berbeda.

Bukan karena Marquez berhenti menjadi agresif saat dibutuhkan. Dia tetap pembalap yang mengerem hingga batas akhir dan tidak memberi satu sentimeter pun kepada lawan-lawannya. Perbedaannya, mungkin, terletak pada apa yang terjadi saat dia turun dari motor. Tahun-tahun terakhirnya menunjukkan banyak contoh hubungan saling menghormati dengan pembalap yang pernah bersaing ketat dengannya untuk meraih kemenangan dan gelar.

Contoh terbaik dari generasi itu adalah Andrea Dovizioso. Keduanya terlibat dalam beberapa pertarungan paling spektakuler di MotoGP, terutama pada 2017 dan 2018, tetapi tidak pernah mengubah rivalitas olahraga menjadi perang pribadi. Marquez sendiri menggambarkan hubungannya dengan pembalap Italia itu sebagai hubungan yang baik dan dilandasi rasa hormat, bahkan ketika di lintasan mereka memperebutkan setiap posisi.

Bulega Resmi Gabung VR46 untuk MotoGP 2027, Gantikan Morbidelli
Baca JugaBulega Resmi Gabung VR46 untuk MotoGP 2027, Gantikan Morbidelli

Dari Bentrok Menuju Rasa Hormat

Marco Bezzecchi beberapa kali terlibat ketegangan dengan Marquez. Salah satu yang terparah terjadi pada 2025, saat keduanya terlibat kecelakaan di Indonesia yang membuat Marquez cedera pada lengan yang sama yang telah memberinya banyak masalah sepanjang kariernya. Bezzecchi meminta maaf dan Marquez menerima bahwa itu adalah insiden balapan.

ADVERTISEMENT

Namun, evolusi hubungan mereka bahkan lebih mencolok. Pada 2026, ketika Bezzecchi mengalami cedera lain, kali ini akibat jatuh di Sachsenring, Marquez membelanya di depan publik dan menolak segala narasi 'karma' atau perayaan atas kemalangan rivalnya. Dengan Jorge Martin, terjadi perubahan yang lebih mengejutkan. Keduanya sempat berselisih dan Martin tidak selalu menyembunyikan perbedaannya dengan Marquez. Namun, saat Martin mengalami masa sulit secara fisik, dia justru meminta nasihat kepada pembalap Ducati itu.

Perubahan ini menandai babak baru dalam karier Marquez. Jika dulu ia dipandang sebagai tokoh kontroversial yang memicu perdebatan, kini ia lebih dikenal sebagai rival yang dihormati. Transformasi ini tidak datang dari perubahan gaya balapnya yang tetap agresif, tetapi dari kedewasaan dan kemampuannya membangun hubungan yang lebih sehat dengan rekan-rekan setimnya. Di era di mana persaingan sering kali memanas di luar trek, Marquez justru menunjukkan bahwa respek adalah kunci untuk bertahan lama di puncak.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU