Pimpinan klasemen sementara Marc Marquez secara terbuka menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak ambil pusing dengan kondisi kebugaran Jorge Martin menjelang akhir pekan balap Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang. Pembalap andalan pabrikan tersebut menilai bahwa perburuan gelar juara dunia musim ini sepenuhnya berada di dalam kendali tangannya sendiri, alih-alih bergantung pada nasib sial atau cedera yang sedang dialami oleh para rival terdekatnya di lintasan.
Situasi perebutan gelar memanas setelah rival utamanya dari skuad Aprilia tersebut mengalami kecelakaan parah yang berujung pada cedera patah pergelangan tangan. Insiden tersebut terjadi dalam sesi balapan sprint di Phillip Island, Australia, ketika keduanya sedang terlibat duel sengit demi memperebutkan posisi terdepan. Meski sempat mengamankan keunggulan sepuluh poin di puncak klasemen, Marquez gagal memperlebar jarak setelah balapan utama hari Minggu terpaksa dibatalkan akibat cuaca buruk yang tidak memungkinkan.
Setibanya di Sepang, Martin sempat dinyatakan layak turun ke lintasan oleh tim medis, namun harus mengundurkan diri lebih awal dari sesi latihan bebas demi memulihkan kondisi fisiknya. Menanggapi situasi pelik yang mendera sang juara dunia bertahan, Marquez memilih untuk bersikap dingin dan menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah mengamankan poin maksimal demi mendulang titel kedelapannya di kelas premier.

"Ya, saya tidak peduli," ungkap pembalap asal Spanyol tersebut kepada awak media usai menguasai catatan waktu tercepat pada sesi latihan hari Jumat. Ia menambahkan bahwa posisinya saat ini sudah berada di jalur yang tepat untuk mengunci keunggulan poin, sekaligus mewaspadai ancaman dari para pembalap pengguna mesin Desmosedici seperti Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio yang tampil kompetitif.
Lebih lanjut, pemilik nomor sembilan puluh tiga tersebut enggan memberikan komentar berlebihan terkait protokol medis yang meloloskan sang rival untuk tetap membalap meskipun sempat mengaku kesulitan melakukan aktivitas ringan seperti menyikat gigi. Berdasarkan pengalaman pahitnya sendiri akibat cedera lengan parah pada musim 2020 silam, Marquez paham betul risiko besar yang mengintai ketika seorang pembalap terlalu memaksakan diri untuk segera kembali berkompetisi di atas kuda besi MotoGP.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!