Para pembalap kelas premier di grid MotoGP kompak melontarkan keluhan keras mengenai kondisi lintasan di Sirkuit Internasional Sepang menjelang akhir pekan balapan GP Malaysia. Pekerjaan pelapisan ulang aspal yang sempat tertunda membuat permukaan trek mengalami kerusakan parah hingga memicu kekhawatiran serius di kalangan paddock.
Sejumlah pembalap bahkan mengaku terkena hantaman serpihan batu aspal yang terlepas saat melakoni sesi latihan bebas pertama dan kedua pada hari Jumat. Situasi ini langsung menjadi sorotan utama mengingat Sepang sebelumnya sempat menggelar tes pramusim pertama pada bulan Februari lalu, sehingga para rider bisa merasakan langsung betapa drastisnya penurunan kualitas aspal dalam beberapa bulan terakhir.
Rencana awal untuk melapisi ulang seluruh permukaan sirkuit tahun ini terpaksa ditunda akibat alasan yang tidak terduga. Masalah kondisi trek ini sejatinya sudah mulai disorot sebelumnya, dan beban dari mobil balap memperparah situasi tersebut. Pembalap tim Honda, Luca Marini, tanpa ragu menyebut hampir seluruh bagian sirkuit berada dalam kondisi memprihatinkan.

"Kondisinya benar-benar sulit dan sangat aneh. Aspalnya hancur total, jadi kami harus mencari cara untuk bertahan hidup dengan lebih baik," ungkap Marini memberikan komentar tegas mengenai situasi berbahaya di atas lintasan Sepang.
Senada dengan rekan seprofesinya, pembalap tim VR46 yaitu Fabio Di Giannantonio bahkan melontarkan candaan bernada sindiran bahwa para rider kini membutuhkan pelindung dada tambahan layaknya kompetisi off-road. "Ini sudah seperti trek motocross sekarang, kami harus memakai pelindung dada. Banyak batu beterbangan dari aspal," keluhnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!