Marc Marquez mengaku sempat meragukan masa depannya di MotoGP sebelum menandatangani kontrak baru bersama Ducati Lenovo Team. Pembalap asal Spanyol berusia 33 tahun itu akhirnya memperpanjang kerja samanya hingga 2028, namun keputusan itu tidak datang tanpa pergulatan batin.
Dalam wawancara dengan TNT Sports di Silverstone, Marquez mengungkapkan bahwa keraguan tersebut bukan muncul dari performa Ducati, melainkan dari kondisi fisiknya yang terus menjadi perhatian. “Saya punya keraguan apakah saya harus melanjutkan atau tidak,” ujarnya. “Tapi saya selalu mencoba berpikir positif dan berkata pada diri sendiri bahwa saya ingin menikmati ini. Saat ini, saya tidak bisa membayangkan hidup tanpa motor.”
Cedera Bahu Menjadi Faktor Penentu
Juara bertahan MotoGP itu mengalami cedera serius pada bahu kanannya saat Grand Prix Indonesia akhir 2025. Setelah menjalani operasi dan rehabilitasi panjang, Marquez ingin memastikan tubuhnya siap menghadapi beban balapan sebelum berkomitmen. Hal ini menjelaskan mengapa negosiasi kontrak dengan Ducati berjalan lebih lama dari perkiraan.

Kesepakatan akhirnya tercapai untuk dua musim, dan Ducati secara resmi mengumumkan pada 23 Juni bahwa Marquez akan tetap membela tim pabrikan Borgo Panigale hingga 2028. Dengan demikian, Marquez juga akan menghadapi perubahan regulasi teknis besar pada 2027 bersama tim asal Italia tersebut.
Honda Sempat Menjajaki Kepulangan
Menariknya, peluang kembali ke Honda sempat mengemuka. Marquez mengkonfirmasi adanya pertemuan informal dengan perwakilan Honda Racing Corporation di Valencia pada akhir 2025. Namun, ia langsung menegaskan bahwa Ducati tetap menjadi pilihan utamanya selama ia merasa kompetitif dan nyaman dalam proyek MotoGP Italia tersebut.
Marquez meraih enam gelar dunia bersama Honda dari 2013 hingga 2023, namun kepulangan tersebut tidak pernah menjadi opsi nyata. Ia menegaskan komitmennya kepada Ducati, yang telah memberinya platform untuk kembali bersaing di papan atas.
Acosta Jadi Rekan Setim Baru pada 2027
Mulai 2027, Marquez akan mendapatkan rekan setim baru yang tangguh: Pedro Acosta. Pembalap muda asal Spanyol itu akan pindah dari Red Bull KTM Factory Racing ke Ducati Lenovo Team, menggantikan Francesco Bagnaia. Ducati pun akan memiliki dua pembalap Spanyol dari generasi berbeda, dengan Marquez membawa pengalaman dan gelar, sementara Acosta mewakili talenta terbaik generasinya.
Kontrak baru ini menegaskan bahwa meski dihantam cedera dan keraguan, hasrat balap Marquez belum padam. Jika ia menjalani kontrak penuh, pembalap berusia 33 tahun itu akan tetap aktif di level tertinggi hingga usia 35 tahun.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!