Persaingan sengit di paddock MotoGP kembali memanas jelang rangkaian balapan akhir pekan di Sirkuit Lusail, Qatar. Pembalap andalan Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, menunjukkan sikap terbuka dan strategis setelah menyelesaikan sesi latihan bebas yang penuh tantangan di bawah sorotan lampu malam gurun pasir Qatar.
Peraih sembilan gelar juara dunia tersebut mengamankan posisi kedua dalam sesi Practice, tepat di belakang catatan waktu fenomenal yang ditorehkan oleh pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio. Pembalap asal Italia itu secara sensasional memecahkan rekor lap sirkuit, sebuah pencapaian yang langsung menarik perhatian rival-rival utamanya di barisan terdepan.
Menanggapi kecepatan luar biasa dari kompatriot asal Roma tersebut, pembalap berpaspor Spanyol itu melontarkan pandangan taktisnya kepada media. Ia merasa diuntungkan dengan kehadiran penantang baru yang mampu memangkas jarak dari cengkeraman motor-motor pabrikan saingan di lintasan utama.

“Kita bisa melihat bahwa Marco Bezzecchi melaju kencang, Jorge Martin juga berada di sana, tetapi Di Giannantonio dipastikan akan sangat cepat di sini. Saya merasa senang ia melaju dengan kencang, setidaknya ia bisa bertarung melawan Aprilia,” ujar Marquez kepada Sky Sport MotoGP.
Lebih lanjut, juara dunia delapan kali itu mengevaluasi kinerja motor Desmosedici GP miliknya sepanjang hari pembuka di Lusail. Meski mengakui bahwa ritmenya belum sebaik saat mendominasi di Sepang, ia tetap puas dengan progres teknis yang berhasil dikumpulkan oleh krunya dari FP1 hingga sesi Practice malam hari.
“Saya puas dengan hari ini, kami telah menjalankan tugas dengan baik. Kami langsung menggebrak sejak FP1, sementara pada sesi Practice kami mengambil pendekatan yang sedikit berbeda untuk memahami beberapa aspek teknis lainnya,” tambahnya menjelaskan.
Meskipun performa hari pembuka ini tidak sehalus akhir pekan lalu di Malaysia, pembalap bernomor sembilan tiga itu menegaskan bahwa posisinya jauh lebih kompetitif dibandingkan saat menghadapi seri di Mandalika. Analisis mendalam mengenai cengkeraman ban dan set-up aerodinamika akan menjadi penentu utama dalam perebutan mahkota juara dunia yang semakin mendekati garis akhir musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!