Bos tim Formula 1 Mercedes, Toto Wolff, memberikan dukungan penuh terhadap cara manajemen MotoGP menangani polemik pelaksanaan Grand Prix di Sirkuit Lusail, Qatar, di tengah ketegangan dan perbedaan pendapat di kalangan pembalap.
Pekan balap di Qatar ini diwarnai oleh berbagai diskusi internal dan pemungutan suara tidak resmi yang dilakukan oleh para pembalap. Sebagian besar rider sempat menyatakan kekhawatiran terkait situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, meski pada akhirnya sebagian besar grid tetap hadir dan berkompetisi di atas lintasan.
Namun, kubu Yamaha mengambil sikap berbeda dengan absen dari seri ini menyusul kebijakan pembatasan perjalanan internal perusahaan. Keputusan tersebut sempat memicu kekecewaan dari pihak penyelenggara kejuaraan, yang menegaskan bahwa konsultasi mendalam telah dilakukan dengan penasihat keamanan independen serta otoritas lokal.

Menanggapi situasi yang memanas ini, Marc Marquez sebelumnya sempat melontarkan komentar blak-blakan mengenai keengganannya berada di lokasi tersebut lebih lama dari yang diperlukan. Kendati demikian, Toto Wolff menilai bahwa pendekatan yang diambil oleh manajemen kejuaraan roda dua tersebut sudah berada di jalur yang tepat.
“Stefano Domenicali dan Mohammed Ben Sulayem telah bersikap sangat jelas mengenai situasi ini, bahwa Formula 1 mengikuti panduan internasional yang berlaku, apakah ada pembatasan perjalanan, maskapai yang tidak terbang, peringatan di wilayah tersebut, atau masukan dari pemerintah lokal,” ujar Toto Wolff saat ditemui di Interlagos.
Lebih lanjut, eksekutif asal Austria tersebut menyoroti bagaimana para atlet terkadang berbicara mengenai isu geopolitik di depan publik demi menciptakan nilai pemberitaan di media. Ia menegaskan bahwa pilihan untuk turun ke lintasan atau tidak sepenuhnya berada di tangan masing-masing individu dengan konsekuensinya.
“Jika para pembalap bersuara, secara geopolitik mereka sebenarnya tidak tahu apa yang sedang terjadi, namun mereka memiliki audiens yang mendengarkan, dan itu menciptakan nilai media. Tetapi saya akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan manajemen MotoGP. Ingin membalap atau mengemudi, silakan jalan. Jika tidak ingin, maka jangan pergi. Sederhana itu,” tutupnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!