Advertisement Sportrik
15s

Marc Marquez Ragu Samai Rekor Karier Valentino Rossi

Marc Marquez Ragu Samai Rekor Karier Valentino Rossi
© Michelin

MotoGP, Sportrik Media - Marc Marquez dari Ducati Lenovo Team mengungkapkan keraguannya untuk mengikuti jejak panjang karier Valentino Rossi, khususnya dalam hal bertahan hingga usia 40 tahun di ajang MotoGP.

Rossi dikenal sebagai salah satu pembalap terlama dan tersukses dalam sejarah grand prix, dengan karier yang dimulai sejak 1996 di kelas 125cc hingga pensiun pada akhir musim MotoGP 2021. Sepanjang periode tersebut, ia meraih sembilan gelar dunia, termasuk tujuh di kelas utama bersama Honda dan Yamaha, serta tetap kompetitif hingga usia 40 tahun.

Sebaliknya, Marquez yang kini berusia 33 tahun memasuki musim ke-14 di kelas premier dengan latar belakang cedera serius yang sempat mengganggu kontinuitas kariernya. Cedera lengan yang dialami pada 2020 memaksanya menjalani empat operasi besar dalam kurun dua tahun, menjadi faktor signifikan dalam mempertimbangkan masa depan jangka panjangnya di MotoGP.

Jorge Martin Ingatkan Risiko Aprilia di MotoGP Brasil 2026
Baca JugaJorge Martin Ingatkan Risiko Aprilia di MotoGP Brasil 2026

“Saya masih 33 tahun, tentu saya ingin memperpanjang karier selama mungkin,” ujar Marquez dalam sebuah acara Estrella Galicia 0,0, dikutip dari sumber resmi.

ADVERTISEMENT

“Tapi saya sudah menjalani beberapa operasi. Saya tidak akan sampai usia 40, tenang saja.”

Secara statistik, Marquez telah menyamai tujuh gelar MotoGP milik Rossi sejak 2009, namun perjalanan kariernya memiliki dinamika berbeda, terutama dari sisi fisik dan tekanan kompetitif di era modern. Intensitas balapan, perkembangan teknologi, serta tuntutan performa yang semakin tinggi menjadi faktor pembeda signifikan dibanding era Rossi.

Dalam konteks musim 2026, Marquez menghadapi awal yang tidak konsisten. Ia tertinggal 23 poin di klasemen setelah seri pembuka di Thailand, di mana ia kehilangan kemenangan sprint akibat penalti serta gagal finis di balapan utama akibat masalah teknis pada roda belakang.

ADVERTISEMENT

Insiden tersebut terjadi saat Marquez melintasi kerb keluar di Tikungan 4 Sirkuit Buriram, yang menyebabkan kegagalan komponen dan mengakhiri peluang podium yang sebelumnya terlihat realistis. Hasil ini menempatkannya dalam tekanan awal musim, terutama dalam persaingan melawan rival muda seperti Pedro Acosta.

Dari sisi kompetitif, Ducati tetap menjadi paket kuat di grid, namun konsistensi hasil Marquez menjadi kunci dalam menjaga peluang perebutan gelar. Dengan kalender yang masih panjang, faktor fisik dan manajemen risiko akan memainkan peran penting dalam strategi balapnya.

Pernyataan Marquez terkait batas usia karier juga mencerminkan perubahan pendekatan pembalap modern, di mana keberlanjutan performa lebih diprioritaskan dibanding durasi karier semata. Hal ini menjadi kontras dengan era Rossi yang mampu mempertahankan level kompetitif dalam jangka waktu yang lebih panjang.

ADVERTISEMENT

Menjelang MotoGP Brasil, fokus Marquez akan tertuju pada pemulihan momentum dan optimalisasi performa paket Ducati. Dengan selisih poin yang masih dapat dikejar, konsistensi hasil di beberapa seri berikutnya akan menjadi faktor penentu dalam menjaga relevansi dirinya dalam perebutan gelar MotoGP 2026.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU