SPONSORED

Laurent Mekies Desak Banding Prinsipil Pembatalan Penalti Gasly

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Laurent Mekies Desak Banding Prinsipil Pembatalan Penalti Gasly TO NEWS OVERVIEW
© Red Bull Content Pool

Eskalasi polemik regulasi pasca-balapan kembali mengguncang lini manajemen kelas premier setelah munculnya keputusan kontroversial terkait pembatalan penalti di Grand Prix Monako. Prinsipal tim Red Bull Racing, Laurent Mekies, mengonfirmasi secara resmi bahwa pihaknya siap melayangkan memori banding formal terhadap keputusan pengawas balapan (*stewards*) yang mengembalikan posisi podium milik Pierre Gasly. Langkah hukum ini diambil oleh kubu Milton Keynes atas dasar pemenuhan aspek "masalah prinsip" (*matter of principle*) demi menegakkan kepastian regulasi olahraga balap jet darat secara menyeluruh di masa mendatang.

Dinamika sengketa ini bermula ketika tim Alpine sukses mengeksekusi hak peninjauan kembali (*Right of Review*) sepanjang akhir pekan balap di Barcelona. Mereka berhasil menggugurkan sanksi penalti waktu ganda $2 \times 5$ detik milik Gasly yang dijatuhkan akibat tuduhan pelanggaran batas kecepatan di dalam jalur pit (*pit-lane speeding*). Investigasi mendalam membuktikan adanya anomali metrik berupa kesalahan pengukuran pada lingkaran waktu (*timing loop*) sirkuit Monte Carlo yang terdeteksi lebih pendek 77 sentimeter dari spesifikasi seharusnya. Deviasi geometris ini secara otomatis mengacaukan kalkulasi matematis berbasis jarak dan waktu yang digunakan untuk mendeteksi limitasi kecepatan murni 60 km/jam. Pembatalan hukuman ini mendepak pembalap muda Red Bull, Isack Hadjar, dari tangga podium ketiga dan mengembalikan posisi tersebut kepada Gasly.

Kondisi operasional kian rumit karena kesalahan sistem pemantau elektronik tersebut juga merugikan beberapa pembalap lain yang telah telanjur menjalani sanksi fisik di dalam trek murni, seperti George Russell dari Mercedes dan Oscar Piastri andalan McLaren. Konstitusi hukum Formula 1 saat ini tidak memiliki mekanisme valid untuk membatalkan sebuah penalti yang sudah dieksekusi secara fisik oleh pembalap. Padahal tanpa adanya akumulasi waktu penalti saat pemberhentian pit, Piastri secara teoretis berhak mengunci posisi finis ketiga. Di sisi lain, Russell yang sempat berada di urutan ketiga harus melorot ke posisi 12 paska-menjalani penalti berkendara melewati pit (*drive-through penalty*), sebuah kerugian struktural yang membuat Toto Wolff berang dan langsung berkonsultasi dengan tim hukum internal.

FIA Resmi Undur Regulasi Rasio Power Unit 60:40 ke F1 2028
Baca JugaFIA Resmi Undur Regulasi Rasio Power Unit 60:40 ke F1 2028

"Kami mengklasifikasikan langkah ini sebagai masalah prinsip demi kebaikan olahraga ini secara kolektif, agar F1 mendapatkan kejelasan absolut mengenai bagaimana prosedur penanganan penalti yang tidak dapat dibanding selama balapan berlangsung," urai Mekies membedah motif hukum timnya, sebagaimana dilansir melalui interviu eksklusif bersama *RacingNews365.com*. Ia menambahkan bahwa meskipun tidak ada sistem sensor yang sempurna, seluruh kontestan telah mengadaptasi sistem pengukuran tersebut selama bertahun-tahun secara konsisten. Fakta telemetri membuktikan bahwa 17 hingga 18 mobil lainnya terbukti mampu beroperasi dalam koridor hukum yang legal menggunakan parameter sensor yang sama. Red Bull bersama McLaren kini memiliki tenggat waktu ketat hingga Selasa, 16 Juni, untuk meresmikan berkas banding murni mereka ke pengadilan FIA.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU