MotoGP, Sportrik Media - Kehadiran Valentino Rossi bersama para pembalap VR46 Riders Academy di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menjadi bagian penting dari persiapan menuju tes pra-musim MotoGP 2026 di Sepang, dengan agenda trackday dua hari menggunakan motor Superbike.
Para pembalap VR46 berada di Mandalika sebagai fase transisi krusial setelah menjalani periode musim dingin yang sebagian besar dihabiskan dengan latihan fisik dan flat track. Latihan di aspal Mandalika dimaksudkan untuk mengembalikan sensitivitas balap, ritme kecepatan tinggi, serta adaptasi fisik terhadap kondisi panas dan kelembapan, yang akan menjadi faktor utama pada tes resmi MotoGP di Malaysia.
Trackday Mandalika dengan Motor Superbike
Jelang tes pra-musim pertama MotoGP 2026 di Sepang, pembalap VR46 Academy menjalani sesi trackday menggunakan motor Superbike, bukan prototipe MotoGP. Pendekatan ini umum dilakukan pada fase awal persiapan untuk meminimalkan risiko sekaligus memaksimalkan adaptasi berkendara sebelum masuk ke sesi tes resmi.
Sejumlah unggahan media sosial memperlihatkan motor Superbike dengan nomor balap khas para pembalap VR46 berada di garasi Mandalika. Terlihat nomor milik Francesco Bagnaia dengan Ducati, Marco Bezzecchi yang kini membela Aprilia, Luca Marini bersama Honda, serta Franco Morbidelli yang kembali mengendarai Ducati.
Kehadiran Rossi dalam sesi ini menegaskan bahwa agenda Mandalika bukan sekadar latihan individu, melainkan program terstruktur dengan pengawasan langsung dari figur sentral VR46. Rossi terlihat ikut turun ke lintasan dan aktif di paddock, memantau jalannya latihan sekaligus memberikan masukan teknis terkait pendekatan berkendara dan manajemen fisik.
Fokus Adaptasi Iklim dan Ritme Balap
Seperti tahun lalu, trackday Mandalika dimanfaatkan bukan hanya untuk mengembalikan kecepatan di lintasan aspal, tetapi juga untuk adaptasi terhadap kondisi iklim Asia Tenggara. Panas dan kelembapan tinggi di Mandalika dianggap relevan dengan tantangan yang akan dihadapi para pembalap saat tes pra-musim dan seri awal MotoGP 2026.
Agenda dua hari ini dimungkinkan berkat dukungan sponsor utama VR46, Pertamina, yang memiliki peran strategis dalam menghubungkan program pengembangan pembalap VR46 dengan kalender MotoGP di kawasan Asia.
Bagi pembalap, latihan di Mandalika menjadi sarana untuk menyesuaikan kembali manajemen stamina, konsentrasi, serta konsistensi ritme balap setelah jeda panjang tanpa balapan aspal intensitas tinggi.
Bagnaia: Sepang Akan Sangat Penting
Francesco Bagnaia menegaskan pentingnya fase persiapan ini, terutama menjelang tes resmi MotoGP di Sepang yang akan menjadi tolok ukur awal kekuatan teknis dan kesiapan pembalap.
“Saya sangat senang memiliki waktu di Indonesia untuk mulai berlatih lagi sebelum tes di Malaysia, karena Sepang akan sangat penting,” ujar Bagnaia saat peluncuran motor Ducati terbaru.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Mandalika bukan sekadar lokasi latihan alternatif, melainkan bagian dari strategi persiapan yang dirancang untuk memastikan pembalap VR46 tiba di Sepang dengan kondisi fisik dan mental yang optimal.
Dampak Regulasi Konsesi MotoGP
Agenda Mandalika juga dipengaruhi oleh perubahan regulasi konsesi MotoGP untuk musim 2026. Dengan Honda naik dari kategori konsesi D ke C, tidak satu pun pembalap VR46 Academy memenuhi syarat untuk mengikuti tes Sepang Shakedown yang berlangsung pada 29–31 Januari.
Situasi ini membuat trackday Mandalika menjadi semakin penting sebagai sarana pemanasan sebelum seluruh pembalap VR46 turun dalam tes resmi MotoGP. Tanpa akses ke Shakedown, adaptasi awal terhadap kondisi Asia dan ritme balap harus dimaksimalkan melalui latihan non-resmi seperti ini.
Mandalika dalam Strategi VR46
Bagi VR46, Mandalika kini menempati posisi strategis dalam kalender persiapan mereka. Sirkuit ini tidak hanya menawarkan karakter lintasan yang menantang, tetapi juga lingkungan yang merepresentasikan tantangan fisik dan teknis yang akan dihadapi pembalap di awal musim.
Kehadiran Rossi bersama para pembalap VR46 Academy memperkuat pesan bahwa program ini dirancang sebagai satu kesatuan, dengan pendekatan kolektif dan pengawasan langsung dari mentor utama mereka. Bagi Sportrik Media, agenda Mandalika ini menegaskan pergeseran peran Indonesia, dari sekadar tuan rumah balapan, menjadi bagian aktif dalam ekosistem persiapan MotoGP global.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!