Formula E, Sportrik Media - Lola Cars telah memutuskan untuk mengakhiri kerja samanya dengan mitra teknis ABT pada akhir musim Formula E saat ini, dengan rencana menjalankan operasional tim sepenuhnya secara in-house mulai dimulainya era Gen4 musim depan.
Kemitraan antara pabrikan asal Inggris tersebut dan raksasa motorsport Jerman baru dimulai pada akhir 2024, bertepatan dengan debut Lola di ajang Formula E. Namun, setelah kurang dari dua musim penuh, kedua pihak sepakat untuk berpisah sebagai bagian dari penataan ulang strategi jangka panjang Lola di kejuaraan listrik tersebut.
Delapan belas bulan pertama Lola di Formula E berlangsung penuh tantangan. Dengan duet pembalap Lucas di Grassi dan Zane Maloney, tim kerap kesulitan menembus zona poin, mencerminkan betapa kompetitif dan mapannya struktur tim-tim lain yang telah lama beroperasi di era Gen3.
Hingga saat ini, hasil terbaik Lola adalah podium mengejutkan yang diraih di Grassi pada balapan musim lalu di Miami. Menariknya, Formula E kembali ke Miami akhir pekan ini, meskipun kali ini balapan akan digelar di Miami International Autodrome, bukan lagi di Homestead-Miami Speedway seperti sebelumnya.
Sejak awal, Lola menyadari bahwa dua musim pertamanya di kejuaraan ini akan menjadi fase pembelajaran yang berat. Hal tersebut tidak terlepas dari pengalaman dan pemahaman mendalam para rival terhadap paket Gen3, yang membuat pendatang baru seperti Lola berada dalam posisi sulit secara kompetitif.
Karena itu, fokus strategis Lola sejak awal lebih diarahkan pada pengembangan mobil Gen4, yang akan diperkenalkan pada musim depan. Lola telah terlibat dalam sejumlah uji coba pabrikan tertutup untuk Gen4, menjadikan fase ini sebagai fondasi utama untuk meningkatkan daya saing jangka menengah hingga panjang.
Dalam pernyataan resmi tim, prinsipal Mark Preston menjelaskan bahwa keputusan untuk mengakhiri kemitraan dengan ABT merupakan bagian dari konsolidasi organisasi seiring pertumbuhan internal Lola dan ekspansi proyek-proyek masa depan.
“Dengan pertumbuhan organisasi yang berkelanjutan, komitmen jangka panjang terhadap Formula E, serta sejumlah proyek tambahan yang sedang dipersiapkan, Lola Cars telah memutuskan untuk mengonsolidasikan operasi Formula E kami secara in-house di markas Silverstone,” ujar Preston.
Ia menegaskan bahwa langkah ini bertujuan menyederhanakan struktur kerja, memperdalam keahlian internal, dan mendorong inovasi yang lebih terintegrasi melalui aktivitas motorsport.
“Pendekatan ini memungkinkan kami menyederhanakan aktivitas, meningkatkan keahlian untuk proyek-proyek mendatang, dan mendorong inovasi secara lebih efektif melalui motorsport.”
Meski demikian, Preston memberikan apresiasi tinggi terhadap peran ABT selama fase awal Lola di Formula E. ABT dipilih sebagai mitra operasional saat Lola memasuki kejuaraan karena rekam jejak dan pengalaman teknis mereka yang luas di Formula E.
“ABT adalah mitra pilihan kami saat pertama kali masuk ke ajang balap listrik ini, dengan pengalaman dan keahlian teknis yang sangat besar di Formula E,” lanjut Preston.
“Kami ingin mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi mereka selama dua musim pertama kami di kejuaraan ini, dan kami menantikan kelanjutan kolaborasi hingga akhir Musim 12.”
Keputusan Lola untuk membawa seluruh operasional Formula E ke dalam struktur internalnya menandai fase baru dalam proyek pabrikan Inggris tersebut. Langkah ini juga sejalan dengan tren beberapa pabrikan lain yang memilih kontrol penuh atas program balap listrik mereka menjelang era teknis baru.
Dengan Gen4 diperkirakan membawa lompatan besar dalam performa, efisiensi, dan kompleksitas teknologi, konsolidasi internal ini dipandang sebagai upaya Lola untuk memastikan kesiapan maksimal saat era baru Formula E dimulai. Tantangan besar masih menanti, namun arah strategis kini tampak lebih jelas dibanding fase debut mereka.



Diskusi & Komentar (0)
Silakan login untuk ikut berdiskusi.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!