Liam Lawson kembali ke tim utama Red Bull untuk Grand Prix Belanda 2026, menggantikan Isack Hadjar yang cedera pergelangan tangan saat latihan. Ini menjadi momen bersejarah: Lawson adalah pembalap pertama yang dipecat dari kursi Red Bull dan kemudian berhasil merebutnya kembali.
Perjalanan Lawson di Formula 1 memang penuh lika-liku. Pada awal 2025, ia dipromosikan menggantikan Sergio Perez setelah hanya 11 start grand prix. Namun, dua seri pertama di Australia dan China berakhir buruk, dengan masalah mesin dan crash di trek basah. Ia langsung digantikan Yuki Tsunoda dan dikirim kembali ke Racing Bulls.
Sekarang, Lawson bangkit. Di paruh pertama musim 2026, ia duduk di posisi kesembilan klasemen dengan 43 poin, termasuk finis terbaik keenam di Monako dan Silverstone. Ia menjadi pembalap terbaik di luar empat tim besar (Mercedes, Ferrari, McLaren, Red Bull), menunjukkan konsistensi yang membuat Red Bull percaya lagi padanya.

Keputusan ini juga memicu efek domino di lini pembalap: Tsunoda pindah ke Racing Bulls untuk menggantikan Lawson, sementara Arvid Lindblad naik ke Red Bull. Situasi ini mengingatkan pada siklus pergantian yang sering terjadi di tim asal Austria tersebut, di mana kursi kedua selalu menjadi sorotan.
Dengan RB22 yang diprediksi mampu bersaing di papan atas, Lawson punya peluang besar untuk mengukir sejarah: podium pertama pembalap Selandia Baru sejak Denny Hulme finis kedua di GP Austria 1974, atau 913 grand prix lalu. Akankah ia memanfaatkan kesempatan keduanya ini? Kita tunggu aksinya di Zandvoort.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!